MotoGP Qatar Ubah Jadwal Lagi, Ribet!

MotoGP pertimbangkan ubah jadwal MotoGP Qatar satu jam lebih cepat. Pertimbangannya adalah keselamatan pembalap. Jorge Lorenzo menjadi pembalap paling vokal untuk urusan satu ini. Penurunan suhu trek secara drastis bisa membuat pembalap kecelakaan.

Sejak awal penyelenggaraan, MotoGP Qatar dijadwalkan start pukul 9pm waktu setempat. Namun, tahun 2017 silam jadwal direvisi menjadi pukul 8pm. Hal itu tak lepas dari kondisi cuaca yang kala itu hujan lebat sehingga nyaris membatalkan balapan.

Tahun ini, wacana perubahan jadwal start MotoGP Qatar kembali mengemuka. Beberapa pembalap mengeluh soal dropnya suhu trek saat tes lalu. Ditambah kelembaban udara yang meninggi, daya cengkram ban terhadap aspal menjadi ikut-ikutan drop. Bisa ditebak, pembalap sangat mudah terjatuh.

“Saya sudah membicarakannya dengan Jorge dan dengan pembalap lain, serta kami harus mengevaluasi situasinya,” terang Carmelo Ezpeleta dalam konferensi pers di Madrid, Spanyol, Rabu (27/2) dikutip dari motorsport.com (28/2/2019).

Sebelumnya, Lorenzo mengatakan akan menemui Ezpeleta untuk mendiskusikan kemungkinan pemajuan jadwal start MotoGP. Ia beralasan banyak pembalap jatuh saat suhu trek menurun drastis.

“Saya mengalami kecelakaan pada malam hari karena suhu trek turun drastis. Kelembapan tinggi, sangat dingin, banyak pembalap terjatuh,” ujar pembalap 31 tahun itu.

“Oleh karenanya, saya ingin berbicara kepada (CEO Dorna, Carmelo) Ezpelata dan yang menentukan jadwal balapan, karena jika bisa mengaturnya lebih awal, itu akan lebih baik bagi keselamatan pembalap,” tambahnya.

Menarik Tapi Berbahaya!

Balapan malam memang menjadi trademark dari seri pembuka Qatar. Dengan kemampuan finansialnya, Qatar mampu menyulap trek Losail yang gelap menjadi bermandikan cahaya.

Dikutip dari kumparan.com (18/3/2018), dibutuhkan 44 unit generator listrik bertenaga 13 Megawatt untuk menerangi trek Losail. Pencahayaan ini setara dengan cahaya 70 lapangan sepak bola standar FIFA. Jika itu belum membuat sampeyan terkesima, bagaimana kalau penerangan Losail setara penerangan lampu jalan sepanjang 3.600 km?

Alhasil, balapan Qatar bertajuk ‘Night Race’ menjadi unik dan sangat memanjakan para penikmat balap motor paling canggih di dunia itu. Tapi, tentu saja itu dari sisi penonton, bagaimana pendapat para pembalap?

Dalam kondisi cuaca normal, balapan malam Qatar memang menarik. Penerangan yang tersedia membuat pembalap terasa balapan siang hari. Namun, kondisi akan berubah ribet kala cuaca tidak bersahabat. Hujan misalnya.

Tahun 2017 lalu, sesi latihan bebas dibatalkan akibat trek digenangi air. Bahkan, sempat muncul wacana untuk menggeser balapan ke siang hari. Pasalnya, selain genangan air yang bisa menyebabkan aquaplaning, pantulan sinar lampu dari air di aspal akan sangat menganggu pembalap.

motogp qatar

Dan terkini, ternyata bukan hanya hujan masalah utama balapan malam hari. Tapi, temperatur trek serta kelembaban udara juga tak kalah membahayakan.

Win Win Solution

Jadi, jika menggeser balapan Qatar ke siang hari menjadi tidak masuk akal (masalah baru akan muncul seiring posisi sirkuit di padang pasir), opsi realistis adalah dengan memajukan jadwalnya.

Jika benar start balapan di Losail dimajukan, tentunya juga bakal berimbas pada jadwal Moto3 dan Moto2 Qatar, masing-masing mulai pukul 4 dan 5 sore waktu setempat. Ada pun, matahari terbenam berlangsung sekitar pukul 5:40 sore.

Jadi, start race MotoGP jam 7pm waktu setempat bisa menjadi win-win solution bagi semua pihak. Pembalap bisa lebih aman, Losail tidak kehilangan ciri khasnya dan penonton di Indonesia tidak terlalu larut menyaksikan live race hehehe...

motogp qatar
Advertisements