Poncharal: “Syahrin Rumit, Oliveira Mengesankan!”

Poncharal melihat performa Syahrin rumit. Kesulitan beradaptasi namun potensinya tetap besar. Sedangkan Oliveira membuatnya terkesan.

Tech 3 memulai petualangan baru setelah 20 tahun bersama Yamaha. Mereka kini menjadi tim satelit KTM dengan nama baru Red Bull KTM Tech 3. Dengan Johann Zarco direkrut tim pabrikan, Herve Poncharal mempertahankan Hafizh Syahrin dan merekrut rookie Miguel Oliveira.

Mereka telah melakoni debut dengan RC16 di Qatar akhir pekan lalu. Baik Oliveira maupun Syahrin telah menambah jam terbangnya di atas sang kuda besi.

Poncharal bercerita soal persiapan mereka sepanjang pra musim. Seluruh ujicoba telah diikuti; Valencia, Jerez, Sepang hingga Qatar, termasuk tiga hari shakedown test di Sepang bersama tim KTM.

poncharal

“Saya dapat memberi tahu Anda bahwa, ketika tiba di Malaysia, para pembalap merasakan perbedaan besar pada motornya dibandingkan dengan bulan November (tes Valencia). Mereka jauh lebih percaya diri, terutama dengan bagian depan motor, sehingga mereka bisa memberikan umpan balik lebih jelas,” ungkap Poncharal dikutip dari motogp.com (16/3/2019).

“Tapi di GP Qatar kami benar-benar menyadari bahwa semuanya dimulai. Itu karena tim-tim lain tidak bisa menyembunyikan kekuatan mereka lagi. Pada saat inilah kita dapat mengukur diri kita sendiri dan menentukan kekuatan yang harus dikeluarkan,” tambahnya.

Di Losail kemarin, Oliveira finish ke-17 dan Syahrin ke-20. Dengan kata lain, kedua pembalap gagal meraih angka. Kendati begitu, Poncharal tetap positif dengan capaian pembalapnya itu.

Syahrin Rumit

Keadaan menjadi sedikit lebih rumit bagi Syahrin saat ia beradaptasi dari Yamaha ke KTM. Pembalap Malaysia itu menyelesaikan balapan di urutan ke-20. Tetapi Poncharal tahu potensi yang dimiliki Syahrin dan percaya itu hanya masalah waktu sebelum melihat Syahrin lebih jauh.

poncharal

“Jelas bahwa sampai sekarang, Hafizh memiliki lebih banyak kesulitan untuk beradaptasi. Situasi ini benar-benar menyakitkan saya karena dia adalah seorang bocah lelaki yang sangat baik, yang memberikan segalanya dalam segala hal yang dia lakukan,” ujar Poncharal.

“Bagaimanapun, kami tidak menyerah. Bagi sebagian orang, adaptasi mungkin memakan waktu sedikit lebih lama. Saya tahu potensinya dan kami telah melihat kemampuan timnya dengan motor yang sama, jadi ini cukup untuk memotivasi dia.”

Oliveira Impresif Kendati Sempat Engine Stall

Oliveira mengalami sedikit kesialan. Ia harus start dari belakang karena mesin mati di grid. Beruntung, Ia tidak bernasib sama dengan Fabio Quartararo yang harus start dari pitlane. Oliveira bisa menghidupkan mesinnya sesaat sebelum warm up dimulai. Dan selepas start, Ia bisa langsung mendahului 8 pembalap di depannya.

poncharal

“Dia kemudian melewati kedua pembalap pabrikan, serta Jorge Lorenzo hingga mencapai posisi ke-11. Tapi dia mungkin menggunakan bannya terlalu banyak dan menemukan dirinya dalam masalah pada akhirnya. Katakanlah kurang pengalaman. Sedangkan untuk motor itu sendiri, penampilannya cukup bagus, meski masih banyak yang harus dikerjakan,” analisa pria Prancis itu soal Oliveira.

“Bagaimanapun, saya sangat terkesan dengan langkahnya, ketenangannya dan kemampuannya untuk menganalisis”.

Target Di Argentina: Cetak Poin!

“Di Qatar, kami mendapat keuntungan mengendarai di sana sebelumnya. Di Argentina, ini akan menjadi baru atau setidaknya untuk Miguel”.

“Kami akan terus bergerak maju dan mengidentifikasi motor dengan lebih baik sedekat mungkin dengan pasangan pabrik Johann dan Pol. Miguel, bahkan di depan, mengetahui bahwa ia dekat dengan mereka di Qatar.

“Dengan kata lain, tujuannya adalah untuk mencetak poin. Ini tidak akan mudah, mengingat tingkat persaingan di grid. Persaingan sangat ketat, yang membuat olahraga ini semakin menarik tahun ini,” tutup Poncharal.

poncharal

Source: motogp.com

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.