Bautista Seperti Stoner di MotoGP!

ktm indonesia

“Bautista telah menafsirkan Ducati lebih baik daripada siapa pun, seperti yang Stoner lakukan dengan MotoGP. Dia satu-satunya pembalap yang mampu membuat perbedaan dengan Panigale sekarang”.

Sebuah opini dari Manajer Tim BMW WorldSBK, Shaun Mir, dalam wawancara eksklusif dengan gpone.com (22/3/2019).

Ya, Alvaro Bautista memang rookie di WorldSBK musim ini. Namun, kehadirannya mampu membelalakkan mata seluruh pengamat. Baru dua seri namun Bautista sudah menyapu bersih seluruhnya. Tiga balapan di Seri pembuka Australia dan tiga lainnya di Thailand semua dibabat habis.

Banyak yang menduga penampilan ciamik Bautista karena motor baru Ducati, Panigale V4 R yang mendapatkan limit rpm lebih tinggi dibanding motor lainnya. Bukan tanpa alasan, selain sapu bersih kemenangan, jarak antara Bautista dengan sang runner up sekaligus juara bertahan, Jonathan Rea, sangat lebar.

Nyaris 15 detik di race 1 Australia, 12 detik di race 2. Lalu 8 detik di race 1 Thailand dan 10 detik di race 2. Jarak terdekat hanya di Superpole Race yang hanya 1 detik dan 2 detik di dua seri itu, namun itu karena jumlah lap yang jauh lebih sedikit. Sang juara bertahan yang sudah 4 kali beruntun seolah tidak ada apa-apanya.

bautista

Tapi, andaikan limit rpm dijadikan alasan, seharusnya tidak hanya Bautista yang di depan. Sang partner, Chaz Davies mestinya juga di depan, tapi nyatanya Ia hanya di posisi tengah, kalah dari pembalap Kawasaki, Yamaha bahkan tim satelit Yamaha. Lalu apa penyebabnya?

Pengalaman Bersama Ducati di MotoGP Kuncinya

Silahkan kembali ke paragraf pertama artikel ini, itulah jawabannya menurut Muir, manajer BMW yang notabene adalah rival.

Muir juga berpendapat, andaikan limit rpm Panigale dipangkaspun, Bautista tetap tidak akan terbendung.

bautista

“Saya tidak berpikir apa pun akan berubah jika mereka mengambil 1000 rpm dari V4. Beberapa tentu saja akan senang, tetapi saya tidak berpikir kita akan melihat Bautista finis terakhir. Anda dapat meningkatkan putaran mesin sebanyak yang Anda inginkan, tetapi jika Anda tidak dapat mentransfer kekuatan itu ke lintasan, tidak ada gunanya,” jelas Muir.

Lalu, mengapa Bautista bisa dengan mudah menaklukkan Panigale V4 R? Muir menyebut ke karakteristik V4 R yang diturunkan dari motor MotoGP Ducati sehingga Bautista yang pernah menggeber Desmosedici GP18 dan GP19 di MotoGP jadi mudah menaklukkannya.

“Motor itu berasal dari MotoGP dan Alvaro mengendarainya seolah-olah itu adalah MotoGP. Dia dapat menafsirkannya lebih baik daripada siapa pun saat ini dan kinerjanya membuktikan hal ini,” tutupnya.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.