Gigi Dall’Igna Biasa Ngakali Regulasi

ktm indonesia

Pekan depan Pengadilan Banding FIM akan memutuskan legalitas sayap belakang kontroversial Ducati. Dan, apa pun yang diputuskan, hubungan antar pabrikan MotoGP akan tegang!

Sebuah opini dari jurnalis MotoGP yang menulisnya di laman autosport.com (20/3/2019), Oriol Puigdemont. Tulisan di blog ini merupakan alih bahasa dari yang beliau tulis. Mohon koreksinya, maklum kemampuan english saya masih sebatas google translate 😀

Seperti yang selalu terjadi dalam situasi seperti ini, konflik yang terjadi pasca kemenangan Andrea Dovizioso di GP Qatar memiliki dua kemungkinan interpretasi.

gigi dall'igna

Aprilia, Suzuki, Honda dan KTM percaya bahwa langkah Ducati menggunakan sayap ‘sendok’ tersebut bertentangan dengan semangat resolusi yang dicapai tahun lalu di Grand Prix Commission. Semangatnya adalah untuk mengurangi skala investasi yang dibidang aerodinamika.

Tetapi setiap niat untuk mencegah biaya keluar dari kendali harus tercermin oleh aturan. Aturan itu yang menetapkan batas tertentu dan dapat diterapkan tanpa harus memulai pengujian windtunnel dari pada motor yang berbeda.

Gigi Dall’Igna Bisa Mencari Celah

Sedangkan di sisi peraturan teknis FIM 2019 larangan itu sudah jelas. Melarang perangkat atau bentuk yang menonjol dari fairing atau bodywork dan tidak terintegrasi dalam perampingan tubuh (misalnya sayap, sirip, tonjolan, dll.) yang dapat memberikan efek aerodinamis. Efek Aerodinamis ini misalnya menghasilkan downforce, mengubah bentuk aerodinamik, dll).

gigi dall'igna

Tetapi hal itu tidak mencegah manajer umum Ducati Gigi Dall’Igna ngakali celah regulasi. Namun, Dall’Igna dan timnya di Ducati terbiasa menantang kearifan konvensional dalam hal masalah teknis di MotoGP.

Dalam pandangan mereka, jika tidak ada cara empiris untuk menunjukkan legalitas sayap dalam peraturan, protes yang diajukan di Qatar tidak dapat dibenarkan.

Babak Baru Hubungan Antar Pabrikan

Konfrontasi antara Ducati dan empat pabrik yang memprotes kemenangan Qatar dapat menandai titik balik dalam hubungan antara produsen yang membentuk MSMA, asosiasi yang menghubungkan mereka dan yang pada tahun 2018 menunjuk CEO Ducati Claudio Domenicali sebagai presidennya.

Ducati berpendapat bahwa keluhan Qatar dan banding berikutnya berarti perubahan paradigma mengenai penyelesaian masalah teknis, yang hingga kini selalu diperdebatkan secara tertutup di dalam MSMA.

gigi dall'igna

“Kami cukup bingung,” kata Dall’Igna dalam sebuah wawancara dengan laman resmi kejuaraan. “Sebelum Qatar, semua diskusi mengenai peraturan (dan kami memiliki banyak) selalu diselesaikan di jantung MSMA melalui organisasi itu sendiri dan dengan direktur teknis.

“Ini adalah pertama kalinya beberapa tim memutuskan untuk mengajukan pengaduan terhadap yang lain karena pertanyaan teknis. Ini membuat perbedaannya jelas, dibandingkan dengan masa lalu, [itu] perbedaan negatif.”

Apapun Hasilnya, Tidak Akan Sama Lagi!

Sidang banding sendiri telah dilaksanakan pada Jumat (22/3/2019) di markas FIM di Mies, di pinggiran Jenewa, Swiss langsung dihadiri Gigi Dall’Igna.

Mewakili sisi sebelah CEO baru Aprilia Racing Massimo Rivola, kekuatan pendorong utama di balik protes Qatar. Hadir juga bos tim Honda Alberto Puig, dari Suzuki Davide Brivio, dan dua anggota KTM di manajer tim Mike Leitner dan Winfried Kerschhaggi, yang merupakan salah satu bos senior Austria.

gigi dall'igna

Dan apapun hasil banding nanti, kasus ini nampaknya tidak akan segera berakhir. Bagaimanapun, pihak yang ‘kalah’ akan memiliki opsi untuk naik banding ke Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS) sebagai upaya terakhir.

MotoGP tidak akan sama lagi setelah ini.

Advertisements