KTM Tidak Ingin Mengubah Filosofi, Sampai Kapan?

Bos KTM Motorsport, Pit Beirer menolak gagasan untuk membuang sasis teralis baja khasnya dan suspensi internal untuk mengejar kesuksesan MotoGP.

Di starting grid MotoGP 2019 ini RC16 adalah motor yang tidak sama. Mereka menjadi satu-satunya tim yang tidak menggunakan sasis twin spar aluminium dan suspensi papan atas Ohlins.

ktm

RC16 yang dibuat tahun 2015 dan turun ke lintasan di tahun 2016 memulai dengan menggunakan mesin screamer. Namun, kemudian tahun 2017 mereka mulai beralih ke mesin ‘big bang‘ dan mengembangkan varian crankshaft counter-rotating pada pertengahan 2018.

Artinya, KTM mau mengikuti arus untuk urusan mesin. Seperti kita tahu, saat ini tim-tim pabrikan sudah menggunakan mesin ‘big bang’, dan KTM juga mengikutinya. Namun, untuk dua hal di atas, KTM masih keukeuh.

Desain sasis teralis plus suspensi WP masih tetap dipertahankan. “Itu bukan pilihan,” kata Pit Beirer ketika ditanya apakah KTM akan beralih ke sasis aluminium atau suspensi merek lain seperti dikutip dari autosport.com (23/3/2019).

ktm

“Kami sampai sejauh ini dengan prinsip kami sendiri. Kami mengembangkan sendiri rangka tubular dan suspensi yang diuat oleh grup kami. Terbukti, ini membawa kami sukses. Jadi kami akan berpegang teguh karena kami memiliki pengetahuan terluas tentang bahan yang kami gunakan,” tambahnya.

Dari laman iwanbanaran.com (30/8/2018), seorang pejabat KTM menyebut soal kemudahan mengembangkan motor jika frame dan suspensi dari vendor yang sama.

“Pembuatan sasis dan suspensi dengan satu vendor juga memudahkan dalam proses development. Itulah kenapa Kami tetap akan menggunakan WP untuk meracik suspensi serta frame motor-motor kami. Baik mass production ataupun Prototype Moto2-3/MotoGP,” ujar salah satu pejabat KTM saat diwawancara IWB.

KTM memulai kampanye 2019-nya di Qatar dengan tempat ke-12 untuk Pol Espargaro dan ke-15 untuk Johann Zarco.

ktm

KTM Bisa Contoh Ducati

Tapi, mau sampai kapan KTM keukeuh dengan filosofinya itu. Mungkin beberapa tahun ke depan mereka akan tetap dengan jalannya, tapi bagaimana jika hasilnya tak kunjung membaik?

KTM bisa mengaca pada Ducati. Sama-sama motor Eropa, Ducati awalnya ngeyel dengan sasis teralis. Kendati sempat juara dunia saat ada Casey Stoner, namun tak ada pembalap lain yang mampu menang lagi setelahnya. Akhirnya, mereka luluh dan beralih ke sasis twin spar aluminium, hasilnya kendati belum juara dunia tapi sudah berulang kali menang.

ktm

KTM boleh mengklaim selalu sukses dengan suspensi WP dan sasis teralis, namun itu balapan lain. Ini MotoGP, balapan motor paling sulit. Dan mereka sudah mengakuinya.

“Tetapi kita berbicara tentang MotoGP, ini adalah kelas yang paling sulit dalam balap motor,” ujar Beirer.

Lalu, masih mau bertahan sampai kapan?

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.