Rivola: “Sebuah Sayap Pasti Menghasilkan Downforce!”

Sekitar 10 ribu fans Aprilia hadir di Mugello hari ini merayakan Aprilia All Stars, sebuah perayaan kesuksesan pabrikan Italia sepanjang masa. Namun, sosok paling menyita perhatian tentu saja Massimo Rivola.

“Saya mengacaukan balapan MotoGP pertama saya,” ujar Massimo Rivola, CEO baru Aprilia Racing, bercanda.

Melalui wawancara dengan gpone.com (25/3/2019), Rivola menceritakan suasana sidang banding FIM Jumat kemarin.

“Apa yang saya harapkan. Kami sebenarnya bukan teman nongkrong di caffè (tertawa). Namun, secara serius, saya pikir kami dapat menunjukkan bahwa sebuah sayap menghasilkan downforce. Itu elementer,” jawabnya ketika ditanya suasana sidang.

rivola

Ketika disinggung apa tujuan utama Ia melakukan protes, Rivola masih konsisten menyebut bahwa Ia tidak ingin mengubah hasil balapan. Ia hanya ingin klarifikasi tentang regulasi perangkat tambahan.

Eks orang penting di Ferrari itu juga menceritakan betapa pentingnya pembatasan aerodinamika. Pengalamannya di Formula 1 mampu membaca situasi penting itu.

“Di Formula 1, saya belajar bahwa pengembangan di bidang ini menghabiskan banyak uang dalam kaitannya dengan keuntungan tidak signifikan yang dicapai. Tetapi bahkan perbedaan kecil dapat membuat Anda memenangkan perlombaan. Lihat saja bagaimana kesenjangan di garis finish di Qatar berkurang,” ungkapnya.

Solusi Yang Ditawarkan Rivola

Ia lalu memberikan solusi untuk membatasi pengembangan aerodinamika motor. Agar tim-tim kecil seperti Aprilia tidak terhukum gegara hal itu.

rivola

“Saya menyarankan peraturan yang lebih jelas. Saya tahu akan selalu ada daerah abu-abu dan pekerjaan direktur olahraga dan insinyur, tetapi membatasi aerodinamika diperlukan. Dan itu adalah keinginan setidaknya 4 dari 6 tim yang berlomba di MotoGP,” kata Rivola.

“Jika batasan tidak ditentukan, biaya pasti akan meningkat, dan saya tidak dapat menyangkal bahwa Aprilia, yang merupakan tim dengan anggaran terkecil, akan sangat dihukum”.

Rivola Mengenang Balapan F1 Pertamanya

Yang menarik, Rivola ternyata mengaku sangat senang bisa bergabung ke MotoGP. Itu mengingatkannya dengan masa-masa debutnya di F1 puluhan tahun yang lalu.

rivola

“Itu menyenangkan. Rasanya seperti kembali dua puluh tahun ke balapan Formula 1 pertama saya. Saya tahu saya akan menemukan dunia yang penuh emosi karena saya selalu mengikuti MotoGP. Hanya, sekarang, saya tidak lagi menjadi penonton, tetapi saya sedang berjuang di garis depan. Gairah saya untuk bersepeda motor adalah alasan yang membawa saya ke sini, dan saya tahu saya harus banyak belajar,” ujarnya.

Target dan Tujuan

Aprilia telah memenangi 54 kejuaraan dunia. Dan Rivola ingin menambahkannya menjadi 55. Itulah target pria Italia itu. Sedangkan untuk tujuan terdekat adalah melihat pembalapnya naik podium.

rivola

“Aprilia telah mengoleksi 54 gelar dunia, dan saya ingin mencapai 55, sesegera mungkin. Naik podium adalah tujuan pertama dan bukan karena semua pembalap di depan kami jatuh tetapi karena kami pantas menerimanya (dia tertawa),” tutupnya.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.