Chaz Davies Buktikan Alvaro Bautista Memang Spesial!

Alvaro Bautista dengan spektakuler sapu bersih kemenangan, publik menyebut Ducati Panigale V4 R adalah penyebabnya. Tapi, jika kita lihat apa yang dialami sang partner, Chaz Davies, anggapan itu perlu direvisi.

Nasib sial Chaz Davies terus berlanjut. Seri kedua di Thailand tampaknya tidak mengubah nasib pembalap Wales ini. Ia terjatuh di lap 12 dan terpaksa menutup di posisi ke-15.

chaz davies

“Saya terlalu agresif ketika masuk di Tikungan 3, dan kehilangan grip depan. Butuh waktu untuk beradaptasi, tetapi itu tidak berarti saya tidak mengerjakannya,” ungkap Davies dilansir dari laman gpone.com (17/3/2019).

“Awal saya tidak buruk. Di lap-lap awal, saya punya kecepatan yang baik dan menyalip (Sandro) Cortese untuk masuk ke perebutan podium. Saya pikir ini adalah tujuan yang mungkin hari ini. Sayangnya, saya kehilangan grip depan setelah masuk terlalu agresif di Tikungan 3. Itu kesalahan saya,” tambahnya.

Namun, melihat sisi positif dari insiden tersebut, ada peningkatan kecil yang dirasakan Davies untuk mendekati podium. Tapi, Ia sadar bahwa jalannya panjang, adaptasinya masih butuh waktu.

chaz davies

Davies menetapkan bahwa dia bukan satu-satunya pembalap Ducati yang mengalami masalah, tetapi keinginan untuk bekerja masih ada. Hanya Bautista yang disebutnya menghadirkan perbedaan.

“Alvaro membuat perbedaan, sementara saya dan yang lain terus berjuang. Jadi kami harus bekerja tanpa berpikir terlalu jauh ke depan dan memikirkan apa yang orang lain katakan. Saya masih tidak merasa benar-benar nyaman dengan motor, jadi kami akan mengerjakannya,” ujarnya.

Jadi, hingga poin ini kita bisa menganalisa jika performa moncer Bautista bukan semata karena faktor V4 R yang punya limiter rpm paling tinggi, tapi lebih besar karena faktor pembalapnya. Ini seperti yang dianalisa Shaun Muir, manajer BMW, sang rival. Bahwa andaikan saja limit rpm V4 R dipangkas 1000 rpm, tidak akan mempengaruhi performa Bautista.

Balik ke Davies. Setelah apa yang dialaminya di Australia dan Thailand, pembalap 32 tahun itu sudah tahu apa yang harus dilakukannya di seri ketiga, Aragon, 5-7 April mendatang.

chaz davies

“Untuk berikutnya, saya akan mencoba untuk mengubah posisi riding saya dan keseimbangan motor, mencoba untuk mendapatkan feel degan motor yang lebih baik,” tutupnya.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.