Ketika Pol Espargaro Terperangkap Jebakan Sang Kakak

“Di lap terakhir Ia terlihat santai, aku tahu Ia menungguku. Tapi, jika terus di belakangnya aku bisa mengalahkannya di lap terakhir. Sayang, aku masuk perangkapnya.”

Pol Espargaro mengakui dia tidak punya banyak pilihan selain masuk ke perangkap taktis sang kakak, Aleix Espargaro, di putaran terakhir MotoGP Argentina hari Minggu.

Pasangan kakak-adik ini terlihat terus bertarung memperebutkan posisi sembilan sepanjang balapan. Posisinya Pol berada di posisi pemburu.

Sebenarnya, Pol telah siap-siap untuk menggempur sang kakak di lap terakhir. Tetapi Aleix menggagalkan rencana itu dengan ‘mengendorkan’ kecepatannya di tahap akhir.

pol espargaro

Jebakan Aleix terbantu dengan performa apik Miguel Oliveira. Pembalap KTM Tech 3 itu memang berada di belakang adik-kakak itu.

Oliveira ‘Merusak’ Rencana

Dengan Oliveira tepat di belakangnya, Pol merasa dia tidak punya pilihan selain untuk melewati kakaknya yang melambat – dengan empat putaran lagi – dan akhirnya menjadi korban reposisi Aleix.

pol espargaro

“Di lap terakhir aku melihat dia agak santai,” kata Pol tentang Aleix. “Aku tahu dia menungguku, seperti dia ingin aku pergi di depannya, karena dia tahu aku baik di lap terakhir.

“Sedangkan, aku ingin berada di belakangnya. Dan di putaran terakhir akan bertarung dengannya. Aku tahu jika kami bisa melakukannya aku akan memenangkan pertarungan.

“Tetapi masalahnya adalah saya membuat Miguel menutup dengan cepat. Aku tahu jika tetap lebih banyak di belakang Aleix, Miguel akan menyusul. Dan kemudian aku akan memiliki beberapa masalah untuk memenangkan pertempuran [untuk kesembilan].

“Jadi aku perlu menyusul Aleix, menunjukkan kartuku, dan dia bisa melihat di mana aku kuat dan kemudian dia menyusul dan aku tidak bisa melakukan apa pun di lap terakhir.

“Tapi aku pikir perlu melakukan itu untuk mempertahankan posisi sepuluh besar. Aku dapat mengatakan bahwa dia sedikit beruntung bahwa Miguel menjadi kuat dari belakang. Tapi tidak apa-apa, ini adalah sepuluh besar dan berisiko kecelakaan untuk satu posisi akan konyol.”

Aprilia Mulai Salip KTM

Dua balapan terakhir, Aprilia terlihat lebih kuat dari KTM. Padahal di dua musim terakhir skuad Noale itu selalu di belakang pasukan Mattighofen. Berkat Aleix, Qatar dan Argentina berhasil membawa Aprilia di depan KTM.

“Saya pikir Aprilia sedikit lebih kuat dari kita di balapan pertama, jujur ​​saja sepertinya mereka mampu menangkap cengkeraman sedikit lebih baik dari kita. Ketika saya bertarung dengan Aleix, dia menyalipku di jalan lurus. Jadi itu berarti bahwa mereka telah meningkatkan tenaga,” Pol Espargaro menjelaskan.

pol espargaro

Di klasemen, posisi Aleix dan Pol juga berurutan. Seperti dalam perlombaan hari Minggu, Aleix saat ini berada di urutan sembilan dalam kejuaraan dunia (13 poin), satu tempat di depan Pol (10 poin).

Source: crash.net

Advertisements