Quartararo, Finish 10 Besar dan Pelajaran Berharga

Sang rookie sempat kesulitan saat start dengan kondisi full fuel tank. Pelajaran berharga yang bisa dipetiknya di kelas para raja.

Pembalap Petronas Yamaha SRT itu mengalami mimpi buruk di Qatar. Start dari pit lane di balapan pertamanya di MotoGP tentu bukan sesuatu yang bahkan muncul di pikirannya. Tapi, kondisi itu justru dijadikan tantangan bagi pembalap Prancis itu.

Di Argentina, Fabio Quartararo selalu menjadi rookie tercepat sejak latihan bebas. Dan Ia melanjutkan supremasinya itu dengan finish ke-8 di balapan Senin dini hari wib.

“Saya sangat senang dengan apa yang telah kami lakukan hari ini,” ujarnya kepada crash.net (2/4/2019). “Saya khawatir sebelum datang ke sini karena kami belum pernah uji coba trek. Dan Termas de Rio Hondo adalah sirkuit di mana saya selalu berjuang saat di kelas lain. Tetapi saya selalu di sepuluh besar akhir pekan ini.”

quartararo

“Start saya tidak buruk. Tetapi, lap pertama cukup sulit. Ini adalah pertama kalinya saya bertarung dengan pembalap lain dengan kondisi bahan bakar penuh, jadi itu tidak mudah.”

“Saya belajar banyak karena saya sedikit bersemangat pada awalnya ketika di belakang Nakagami. Saya melakukan pengereman seperti sebelumnya di pemanasan atau FP3, tetapi dengan bahan bakar 10 liter lebih banyak, justru jadi beberapa kesalahan. Tapi saya pikir kita perlu melakukannya sekarang dan bukan di akhir musim.”

“Saya membuat balapan yang bagus. Mungkin aku bisa mengejar Nakagami. ‘Tapi sepuluh besar tidak apa-apa, yang lain lima detik di belakang jadi tetap tenang dan nikmati putaran terakhir di trek’.”

Kenangan Manis di Austin

Seri berikutnya adalah di Austin, Amerika. Quartararo menyebut CoTA adalah trek sulit. Sektor pertama dan kedua disebutnya akan butuh perhatian ekstra untuk dipelajari.

“Sekarang kita akan tiba di Austin, yang menurut saya merupakan trek yang sangat sulit. Beberapa titik cukup mudah. Anda memiliki tikungan cepat, tetapi sektor pertama dan kedua akan lebih banyak perjuangan untuk mempelajari trek.”

quartararo

Sebenarnya Quartararo punya kenangan manis di Austin. Ia meraih podium pertamnya di CoTA saat debut di kelas Moto3 empat tahun silam. Dan itu diraihnya di balapan keduanya. Namun, setelah itu 3 musim berikutnya Ia benar-benar kesulitan. Finish ke-13, 12 dan ke-15.

Advertisements