Nakagami Kini Punya ‘Senjata’ Andalan!

“Selama balapan saya melihat banyak pembalap dari pabrikan berbeda – Suzuki, Ducati, Yamaha. Saya melihat gaya mereka sedikit berbeda, tetapi saya jauh lebih kuat daripada mereka untuk hard braking

Nakagami menjadi pembalap yang konsisten di dua seri pembuka MotoGP 2019. Ia finish ke-9 di Qatar dan ke-7 di Argentina. Padahal, Ia menjadi satu-satunya pembalap Honda dengan RC213V spek 2018.

Di Argentina Ia mulai sadar punya kelebihan dibanding pembalap lain.

Bertarung dengan banyak pembalap dari pabrikan berbeda sepanjang 25 lap di Termas de Rio Hondo, Nakagami mengaku lebih kuat di sisi pengereman keras atau hard braking.

“Selama balapan saya melihat banyak pembalap dan pabrikan berbeda – Suzuki, Ducati, Yamaha. Ini cukup menarik. Saya melihat gaya mereka sedikit berbeda, tetapi saya jauh lebih kuat daripada mereka untuk pengereman yang keras,” katanya dilansir crash.net (4/4/2019).

nakagami

“Saya sangat senang memahami hal itu karena di Texas (GP Amerika) nanti Anda perlu pengereman sangat keras dan itu sekarang poin terkuat saya.”

Menunggangi RC213V spek 2018 justru membawa keuntungan bagi pembalap Jepang itu. Ia mengaku bisa fokus memperbaiki gaya balapnya. Juga bisa ‘menyontek’ data balap dari Marquez, Lorenzo dan Crutchlow.

“Kami tidak punya part baru untuk diujicoba. Jadi, kami hanya fokus pada gaya balap saya dan memeriksa data dari Cal, Marc dan Jorge kapan saja. Ini sangat membantu. Dan mencoba untuk selalu melakukan yang terbaik,” tambahnya.

Balapan Yang Sulit di Termas de Rio Hondo

Kendati telah menemukan ‘senjata’ menghadapi sisa musim ini, Nakagami mengaku sangat kesulitan di balapan akhir pekan lalu. Ia memilih menggunakan ban belakang soft, namun justru kelelahan mengendalikan si kuda besi akibat ban yang sudah ‘habis’.

nakagami

“Balapan sangat sulit. Saya memilih ban belakang yang lunak karena ingin mendapatkan posisi di awal lomba. Tapi, sayangnya saya memiliki perasaan yang berbeda dari cengkeraman ban.”

“Setelah lap pertama saya berpikir ‘bagaimana saya bisa menyelesaikan balapan dengan grip ini?’ Saya mencoba mengubah gaya mengendarai saya sedikit. Tetapi kelihatannya semua orang kesulitan, saya tahu Marc seperti level lain. Pada akhir balapan saya tidak punya tenaga untuk memperbaiki waktu putaran karena ban sudah habis.”

Advertisements