Wisata Religi Yogyakarta, Refreshing Keimanan

Rideralam – Berwisata tidak harus identik dengan belanja atau bersenang-senang saja. Berwisata bisa juga dilakukan untuk menambah keimanan dengan berdoa atau berziarah ke tempat-tempat suci.

Wisata religi telah menjadi tren wisata dalam beberapa tahun terakhir. Selain untuk menyegarkan mata, merefresh pikiran setelah menjalani rutinitas yang penat, namun juga mampu mempertebal iman kita. Nah, Untuk destinasi wisata religi sampeyan bisa memilih Yogyakarta!

Yup, Yogyakarta ternyata tidak hanya menyediakan objek wisata budaya tapi juga religi. Apa saja? rideralam.com mencoba merangkumnya sebagai berikut:

Makam Raja-Raja Mataram

Letaknya di Dusun Dondongan, Desa Jagalan, Kotagede. Objek wisata ini juga dikenal dengan Masjid Gedhe Mataramnya. Letaknya hanya 100 meter dari pasar Kotagede, dikelilingi tembok besar dan kokoh.

Pintu Gapura memasuki kompleks makam ini masih memiliki ciri arsitektur budaya Hindu bernama Gapura paduraksa dengan kusen berukir di sebelah selatan Masjid Besar Mataram yang menuju ke dalam kompleks Makam Raja-Raja Mataram.

indonesiakaya.com

Untuk masuk ke dalam kompleks makam, sampeyan diwajibkan menggunakan pakaian adat Jawa yang bisa anda sewa disana. Pengunjung diperbolehkan untuk masuk ke dalam makam pada Hari Minggu, Senin, Kamis, dan Jumat, dengan periode waktu pada pukul 08.00 – 16.00 wib. Namun, sampeyan tidak diperbolehkan untuk memotret dan mengenakan perhiasan emas di dalam bangunan makam.

Sejumlah tokoh penting yang dimakamkan di sini adalah Sultan Hadiwiijaya, Ki Gede Pemanahan, Panembahan Senopati, dan anggota keluarganya.

wisata religi
indonesiakaya.com

Di samping kompleks makam ada pemandian yang disebut sendang. Pemandian terdiri dari pemandian wanita dan pria yang terpisah. Yang unik, sumber air keduanya berbeda. Air pemandian pria konon bersumber dari dalam kompleks makam, sedangkan yang wanita dari pohon beringin di gerbang utama.

Masjid Gedhe Kauman

Mesjid Gedhe Kauman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah masjid raya Kesultanan Yogyakarta, atau Masjid Besar Yogyakarta, yang terletak di sebelah barat kompleks Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta.

Masjid Gedhe Kauman sudah tersohor punya sejarah yang panjang dalam berdiri dan berkembangnya Keraton Ngayogyakarta.

eksotisjogja.blogspot.com

Kemegahan bangunan masjid merupakan buah karya dari Sultan Hamengku Buwana I bersama Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu kraton pertama) dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya.

Dikutip dari wikipedia, Kompleks Mesjid Gedhe Kauman dikelilingi oleh suatu dinding yang tinggi. Pintu utama kompleks terdapat di sisi timur dengan konstruksi semar tinandu. Arsitektur bangunan induk berbentuk tajug persegi tertutup dengan atap bertumpang tiga.

Untuk masuk ke dalam terdapat pintu utama di sisi timur dan utara. Di sisi dalam bagian barat terdapat mimbar bertingkat tiga yang terbuat dari kayu, mihrab (tempat imam memimpin ibadah), dan sebuah bangunan mirip sangkar yang disebut maksura. Pada zamannya (untuk alasan keamanan) di tempat ini sultan melakukan ibadah. Serambi masjid berbentuk limas persegi panjang terbuka.

wisata religi
wikipedia.org

Lantai ruang utama dibuat lebih tinggi dari serambi masjid dan lantai serambi sendiri lebih tinggi dibandingkan dengan halaman masjid. Di sisi utara-timur-selatan serambi terdapat kolam kecil. Pada zaman dahulu kolam ini untuk mencuci kaki orang yang hendak masuk masjid.

Kampung Ramadhan Jogokaryan

Nah, jika sampeyan berwisatanya tepat bulan Ramadhan, jangan lupa untuk singgah ke Kampung Ramadhan Jogokaryan. Jogokaryan, merupakan sebuah kampung yang berada di sebelah selatan Kota Yogyakarta.

wisata religi
telusuri.id

Acara ini digagas oleh Takmir Masjid Jogokaryan. Kemudian menjadi salah satu kampung Ramadan terpopuler di Yogyakarta. Acara kampung ramadhan ini dimulai sejak hari pertama puasa hingga malam takbiran alias sebulan penuh.

Menurut Sudi Wahyono, yang menjabat Biro Rumah Tangga Masjid Jogokaryan seperti dikutip dari gedeg.net, tujuan diadakannya Kampung Ramadhan ini agar semarak bulan suci bisa dirasakan seluruh warga. Selain itu, diharapkan perekonomian warga kampung, terutama yang berjual makanan, tetap dapat berjalan karena meskipun pada siang harinya mereka tidak dapat berjual makanan, namun pada sore hari menjelang buka puasa mereka dapat tetap berjualan dan memeroleh pemasukan.

Tak cuma menjual aneka hidangan untuk berbuka, Kampung Ramadan ini juga mempunyai program yang sangat variatif. Mulai dari ceramah menunggu Magrib, Tarawih bersama imam Palestina, pentas nasyid, dan masih banyak lagi.

Yang juga tidak kalah menarik di Kampung Ramadhan Jogokaryan adalah adanya takjil gratis. Panitia menyediakan 1200-1500 menu buka puasa tiap harinya. Subhanallah!

wisata religi
inovasee.com

Nah, itu tadi 3 objek wisata religi yang bisa sampeyan kunjungi di Yogyakarta. Tidak usah bingung, untuk transportasi ke Yogyakarta banyak sekali pilihannya.

Salah satunya menggunakan angkutan darat berupa bus. Untuk sampeyan yang dari Surabaya atau dari Denpasar, armada bus Gunung Harta siap menyambut dan mengantar ke Yogyakarta. Untuk cek jadwal bus Gunung Harta terbaru, silahkan bisa sampeyan lihat di Traveloka.

Jadi, ayo sebentar lagi bulan Ramadhan, rencanakan ibadah puasa sampeyan dengan banyak beribadah, juga berwisata religi salah satunya dengan berkunjung ke objek wisata religi di Yogyakarta.

Sumber: brilio.net, kumparan.com, wikipedia.org

Advertisements