Marquez Akui Belum Limit Saat Jatuh, Lalu Kenapa?

ktm indonesia

Jawabannya adalah Marc Marquez sendiri bingung kenapa dia bisa jatuh. Nah lho! Ia mengaku sulit memahami mengapa bisa jatuh padahal belum mencapai limit.

Itu yang namanya apes, cak! hehehehe….

Btw, Marquez datang ke COTA dengan modal 6 kemenangan beruntun di sana plus kemenangan 9 detik di Argentina. Sempat kalah kencang dari Vinales di hari pertama latihan bebas, namun The King of COTA langsung sapu bersih semua sesi setelahnya.

Tibalah di race day. Pole position ketujuh beruntun membuat Marquez seolah hanya tinggal menunggu bendera finish dikibarkan untuk meraih kemenangan ketujuh.

Semua berjalan sesuai ekspektasinya selepas lampu start padam. Ia perlahan menjauh dari kejaran Valentino Rossi dan pembalap lain di belakangnya. Ia bahkan sudah membentuk gap 3,5 detik di lap ke-8 dengan Rossi.

Namun, semua tiba-tiba menjadi bencana. Memasuki tikungan 12 di lap 9, tiba-tiba Ia terjatuh. Jatuhnya seolah-olah pelan, Ia bahkan masih bisa membangkitkan motornya. Dengan dibantu marshall, Ia berusaha menghidupkan mesin RC213V, setelah 2 kali mencoba akhirnya Ia menyerah. The king has down!

Sang raja nampak pasrah setelah memastikan motornya tidak mau diajak kerjasama lagi. Balapan berakhir bagi sang raja. Ia gagal melanjutkan straight 6 kemenangan sebelumnya. Dan akhirnya pertanyaan banyak pihak mengenai siapa yang bisa kalahkan Marquez di COTA terjawab sudah. Dia adalah Marquez sendiri!

Lalu, Kenapa Jatuh?

Seperti biasa, jika Marquez jatuh biasanya Ia mengaku sedang mencari limit motor. Namun, jatuh saat balapan sesuatu yang jarang dilakukannya. Ketika ditanya penyebab jatuhnya, Marquez mengaku bingung.

“Saat balapan, saya melaju dengan kecepatan sangat baik. Saya hanya menekan di awal untuk menembus di bawah 2 menit 04 detik. Tetapi kemudian saya melihat jarak dan saya melambat ke pertengahan 2 menit 04 detik, karena bagi saya ini ritme yang baik. Saya nyaman,” ungkap Marquez dari motorsport.com (15/4/2019).

“Kadang-kadang itu terjadi. Inilah balapan. Kecewa, sulit dimengerti, tapi seperti inilah.”

Ketika didesak kira-kira kesalahan apa yang sudah dilakukannya hingga jatuh, Marquez menjawab tidak tahu.

“Maksud saya, saya tidak tahu. Tentu saja itu adalah kesalahan karena Anda tidak boleh jatuh ketika memimpin 3,5 detik. Ini adalah kesalahan.”

Marquez kemudian membandingkan data saat jatuh dengan lap sebelumnya. Hasilnya 11 12 alias mirip. Artinya Ia masih ada di dalam limitnya. Lalu, kenapa dong bisa jatuh?

marquez jatuh

Takdir, bos!

Advertisements