Zarco Kesulitan (Lagi) Di COTA, Sudah Biasa!

Johann Zarco menghadapi ‘low pace weekend‘ di COTA kemarin dengan hasil finish terbaik sejauh ini. Sayangnya, terbaik itu ‘hanyalah’ finish ke-13 alias 2 poin. Zarco Kesulitan!

Tentu saja itu bukanlah kelas Zarco selama ini. Sejak debut di MotoGP 2017 silam, Zarco nyaris selalu bertarung di papan tengah ke atas, bukan baris belakang seperti saat ini.

Ia mengatakan segala sesuatunya terasa sulit dengan karir KTM-nya. Jadi, finish ke-13 di COTA yang menjadi capaian terbaiknya musim ini menjadi indikasinya.

Zarco, yang mengakui sedih karena lambat dan bertarung dengan motor’ setelah kualifikasi ke-19 di Austin, mengelola tingkat energinya lebih baik ketika ia berjuang dengan sifat fisik RC16 selama balapan dan ‘mengambil apa yang dia bisa’.

zarco kesulitan

“Saya berhasil lebih baik [tetapi] itu tidak berarti saya bisa lebih cepat,” Zarco memperingatkan seperti dilansir crash.net (17/4/2019).

“Saya ke-13 karena beberapa orang di depan memiliki masalah dan tabrakan. Tetapi ini adalah bagian dari balapan jadi saya hanya mencoba untuk menyelesaikan dan mengambil apa yang saya bisa. Tidak mengherankan untuk berjuang dan sejauh ini. Sepanjang akhir pekan kami memiliki masalah dan kecepatan rendah ini.”

Zarco kesulitan dengan gaya balapnya yang tidak sesuai dengan karakter KTM RC16.

Pol Espargaro Bersinar

Sementara Zarco kesulitan dan terus berjuang ‘melawan’ motornya, sang partner Pol Espargaro, justru makin bersinar. Start dari posisi kelima, adik Aleix Espargaro itu mengakhiri balapan di posisi 8.

zarco kesulitan

Itulah hasil terbaik KTM di balapan kering sejauh ini. Sebelumnya, di Valencia musim lalu Pol berhasil mempersembahkan podium ketiga (podium pertama bagi KTM) namun di balapan basah.

“Pol mengendarai yang terbaik dari motor ini saat ini,” kata Zarco, yang tetap bersikeras bahwa gaya halus yang membawanya ke enam podium untuk Tech3 Yamaha adalah kunci keberhasilan KTM jangka panjang.

“Johann masih merasa tidak percaya diri pada motornya sehingga kami akan bekerja keras untuk itu,” kata manajer tim Mike Leitner.

Advertisements