Quartararo Raih Pole Jerez Dengan Gaya!

Fabio Quartararo menjadi pole sitter termuda sepanjang sejarah MotoGP di usia 20 tahun 14 hari mengalahkan rekor sebelumnya 20 tahun 62 hari atas nama Marc Marquez. Sedangkan bagi Petronas Yamaha SRT torehan start 1-2 menjadi sejarah baru tim asal Malaysia itu.

Prestasi Petronas Yamaha SRT di kualifikasi GP Spanyol ini seperti lakon dalam sinetron, Yamaha Yang Tertukar. Ya, bagaimana tidak tim yang berhasil meraih start 1-2 justru tim satelit. Sedangkan tim utamanya justru terseok, Maverick Vinales ke-5 dan Valentino Rossi ke-13.

quartararo

Penampilan Quartararo musim ini memang sangat menjanjikan. Sebelum meraih pole, Ia sebenarnya sudah mengancam sejak di Qatar. Debut di kelas primer dimulai dengan start kelima. Sayang, masalah motor membuatnya harus start dari pit lane.

Torehan di Qatar ternyata bukan kebetulan. Rookie asal Prancis itu kembali masuk top 10 di kualifikasi Argentina. Ia start dari posisi 7 dan mengakhiri balapan setingkat di bawahnya. Di Austin lagi-lagi Ia masuk top 10. Ia start kesembilan dan menyudahi balapan 2 strip di atasnya.

Kini memasuki seri keempat yang membuka rangkaian seri Eropa di Jerez, Spanyol, Quartararo kembali menampilkan performa sensasional. Tidak hanya konsisten di top 10, namun Ia kini menjadi yang tercepat. Raihan pole pertmanya di kelas primer diraih dengan gaya.

Gaya karena diraih di kondisi trek kering dan pembalap top komplit semua hadir. Makin gaya dengan dua rekor yang sukses dicatat dalam sejarah. Yang pertama sudah disebutkan di kalimat pembuka artikel ini, pembalap termuda di MotoGP yang meraih pole.

Rekor kedua menegaskan bahwa Ia meraihnya bukan karena kualitas kaleng-kaleng. Dilansir dari motogp.com (4/5/2019), catatan waktu terbaiknya saat pole yakni 1:36,880 merupakan rekor pole Jerez. Rekor sebelumnya adalah 1:37,653 yang dibuat Cal Crutchlow tahun lalu. Nyaris 1 detik penajamannya, luar biasa memang.

Memaksa Morbidelli Naik

Performa ciamik Quartararo seolah memaksa sang partner di Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, untuk juga meningkatkan kualitasnya. Hasilnya, Morbidelli start kedua hanya berjarak 0,082 detik dari teammate.

Kendati memegang catatan start 1-2, Quartararo dan Morbidelli tetap harus mewaspadai Marc Marquez. Sang juara dunia bertahan membuntuti keduanya di posisi ketiga dengan 1:36,970. Dan hanya tiga pembalap di baris depan inilah yang berhasil mencatatkan waktu di 1:36.

quartararo

So, pekerjaan Quartararo dan Morbidelli selanjutnya adalah meneruskan sensasi di race. Bisakh start 1-2 dikonversi menjadi juara 1-2 atau setidaknya podium di balapan Minggu esok? Bagaimana cak, kira-kira mereka berdua bisa gak ya?

Advertisements