Johann Zarco, Dari Langganan Podium ke ‘Pokok’ Finish

Pembalap Prancis itu bahkan pernah meraih gelar Rookie of The Year 2017 dan Pembalap Independen Terbaik 2018. Statistiknya 6 podium, 4 pole dan 4 fastest lap. Itu dulu, sekarang?

“Saya tetap fokus untuk finis balapan, karena saat ini, itu satu-satunya hal yang dapat saya lakukan demi target. Sangat disayangkan memiliki target hanya untuk finis balapan, sedangkan saya masih bertarung lebih banyak dengan motor sendiri dibanding yang lain,” ungkap Zarco dilansir motorsport.com (8/5/2019).

Itulah kondisi Johann Zarco saat ini. Sejak awal musim bergabung dengan KTM Factory. Dari tim satelit ke tim pabrikan, seharusnya Ia bisa meningkat karena dukungan jelas berbeda. Tapi, kenapa justru terpuruk?

Faktor motor disinyalir menjadi penyebab utama. Dua musim sebelumnya Ia menggeber Yamaha M1. Kendati menggeber M1 spek setahun lebih tua, namun Ia mampu mengeluarkan potensinya dengan maksimal. Yamaha M1 yang user friendly menjadi penyebab.

johann zarco

Semuanya berubah saat Ia menggeber KTM RC16. Selain karena kualitas RC16 yang belum sebanding dengan M1, perbedaan karakter motor Jepang dengan Eropa menjadi hambatan berikutnya.

RC16 merupakan motor baru di MotoGP. Usianya sama dengan usia karir Zarco di MotoGP. Sehingga development terus dilakukan KTM untuk menciptakan motor juara. Saat ini levelnya masih belum sampai ke sana. Belum lagi karakter RC16 yang cenderung struggle saat dikendarai, faktor inilah yang menyebabkan Zarco kesulitan.

Seperti kalimat yang dilontarkan Zarco di awal artikel ini, Ia mengaku lebih banyak bertarung dengan motor dibanding dengan rival. Artinya, Ia masih kesulitan menaklukkan RC16 yang liar. Apesnya, riding style Zarco itu smooth sehingga memakan tenaga banyak ‘hanya’ sekedar mengendalikan si kuda besi, alih-alih mengejar pembalap lain.

Kita tinggal menunggu saja, sampai kapan Zarco bertahan dengan gaya berkendaranya. Sebab, Ia masih keukeuh untuk tidak mengubah gayanya. Sebab Ia beranggapan jika RC16 bisa ditaklukkan dengan gaya berkendaranya, maka masa depan KTM akan lebih bagus.

johann zarco

Saat ini, Zarco terpuruk di posisi 18 klasemen dengan 7 poin. Ia masih kalah dari rookie KTM Tech3, Miguel Oliveira yang setingkat di atasnya. Johann Zarco menjadi pembalap medioker bersama KTM?

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.