Tanpa Team Order, Pembalap Ducati Ini Ketakutan!

Andrea Dovizioso mengaku senang dengan keputusan Ducati untuk tidak menerapkan team order. Sehingga Ia bisa berduel ketat dengan Danilo Petrucci. Namun, sang partner justru ketakutan dengan kebijakan timnya itu.

Ducati punya pengalaman pahit soal team order. Pengalaman pahit di Argentina 2016 seolah menghantui Ducati. Pertarungan sengit (tanpa team order) antara Andrea Dovizioso dan rekan setim kala itu, Andrea Iannone berbuah crash.

team order ducati

Makin menyedihkan insiden itu terjadi di tikungan terakhir last lap dimana keduanya sedang di posisi 2-3 alias zona podium. Alhasil, double podium melayang.

Belajar dari kejadian tersebut, dua musim selanjutnya Ducati berubah haluan. Dua pembalapnya diinstruksikan untuk saling mendukung, bahasa halus team order.

Di Sepang 2017 dan Valencia 2018, Jorge Lorenzo yang kali ini menjadi tandem Dovizioso, mendapatkan pesan ‘mapping 8’ yang berarti ‘mengalah’.

Scott Redding yang pernah menjadi rider Ducati satelit mengungkapkan arti ‘mapping 8’.

team order ducati

“Itu artinya turun 1 posisi,” ucap pembalap Inggris ini dilansir dari motorplus-online.com (11/11/2017).

“Di lap awal Dovizioso melakukan kesalahan yang membuatnya kehilangan banyak posisi. Saat saya ada di depannya saya menerima perintah yang sama. Tetapi saya tidak berjalan melebar karena Dovi ada di bagian dalam untuk mendahului,” tambahnya.

Duel Seru di Le Mans

Nah, memasuki musim 2019 pertarungan duo Ducati baru hadir di putaran kelima di Sirkuit Le Mans. Petrucci start tepat di belakang Marc Marquez, sag pole sitter. Sedangkan Dovi di baris kedua alias posisi keempat.

Petrux sempat melorot ke posisi lima setelah dua lap awal bertarung ketat memperebutkan posisi pertama. Dovi stabil di top 3. Dan waktunya tiba juga, Petrux dan Dovi terlibat pertarungan langsung head to head.

Fase awal dimulai di lap 13 sampai 16. Dovi posisi ketiga, Petrux di belakangnya. Dua pembalap di depan mereka adalah Jack Miller dan Marquez.

Dovi sukses overtake Miller untuk posisi kedua di lap 17, Petrux menyusul salip pembalap Australia 3 lap kemudian. Dan, di lap 20 itulah duel keduanya benar-benar terjadi dengan seru dan ketat.

Selama 8 lap pertarungan terjadi, Dovi dan Petrux benar-benardibiarkan bertarung saling mengalahkan. Ducati mengambil keputusan tidak ada mapping 8 lagi. Penonton disuguhi pertarungan yang berkelas. Kendati tidak pernah bisa menyalip Dovi, Petrux berhasil memberi tekanan besar bagi Dovi.

team order ducati

Petrux bahkan sampai merasa ketakutan. Takut aksinya bisa menyebabkan sang partner terjatuh, tentu saja dia juga akan terkena imbas. Mimpi buruk Argentina 2016 terbayang.

“Saya mencoba yang terbaik. Dia sedikit lebih baik dalam hal akselerasi, [sedangkan] saya ketika masuk tikungan. Ini membuatnya agak jauh dari area pengereman, [dan] saya sangat sulit untuk masuk,” tutur Petrucci kepada laman resmi kejuaraan dilansir dari motorsport.com (20/5/2019).

“Tapi bagaimanapun, saya sangat, sangat takut untuk terjadi bencana dengan rekan setim saya, terutama teman besar saya, Andrea,” tambahnya.

“Saya mencoba yang terbaik. Pertarungan yang sangat, sangat sulit. Untungnya tidak ada yang terjadi. Podium yang bagus bagi tim kami dan saya sangat bahagia untuknya dan untuk saya.”

Advertisements