Bajaj Ini Serius Jualan Gak Sih?

Pulsar 200NS Jadi Kelinci Percobaan Bajaj

Pulsar 200NS Jadi Kelinci Percobaan Bajaj

Makin aneh-aneh saja gebrakan Bajaj makin ke sini. Mulai dari hanya jualan motor saja tanpa membangun pabrik (bahkan pabrik sparepart sekalipun), perlahan mengurangi eksistensi dengan melepas produk anyarnya ke Kawasaki, menyerahkan service ke mr. Montir hingga yang terkini tidak bisa menyervice P200NS ke bengkel sendiri harus ke bengkel Kawasaki. Sebuah kebijakan yang mungkin bagi mereka merupakan strategi market dan produksi menghadapi persaingan dengan Jepang punya yang notabene lebih kuat, tetapi koq ya aneh menurut RA.

Beneran niat gak sih jualan? Ketika melepas penjualan Pulsar 200NS ke Kawasaki, okelah itu bagian dari strategi jualan agar mereka tidak perlu harus memikirkan membangun jaringan aftersales yang lebih banyak, lha wong tinggal bikin produk lalu titip jualkan ke Kawasaki, selesai! Jadi, misal P200NS tidak laku, ya mereka tinggal stop produksi tanpa perlu repot-repot menutup dealer, boyongan tool-tool yang ada ke pusat, pokoknya gak ribet.

Ditambah sekarang mereka bilang, service P200NS tidak bisa ke bengkel Bajaj sendiri karena ada 19 tools baru di P200NS yang tidak mereka punya. Dagelan apa lagi ini? Apa susahnya menyiapkan 19 tools baru, toh jika dibanding 46 tools Pulsar lawas masih kalah banyak. Apalagi Kawasaki jaringan aftersalesnya tidak sebesar Yamaha apalagi Honda, bukankah lebih bagus jika bengkel bajaj yang sudah ada bisa diberdayakan, plus bengkel kawasaki juga jalan, lebih besar tho jadinya. Makin keliatan kalau memang tidak niat jualan….

Satu lagi pernyataan yang bikin mengernyitkan dahi “pihak Bajaj sendiri akan melihat perkembangan ke depannya soal Pulsar 200NS ini. Jika penjualan Pulsar 200NS bagus, tidak menutup kemungkinan Bajaj juga bisa menerima service Pulsar 200NS” ungkap National Service Manager PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) Jun Franco Purba. Nah lho, bagi RA pernyataan di atas makin menguatkan dugaan kalau Bajaj memang tidak serius jualan! Jadi semakin paham kenapa merk-merk Jepang semakin dominan. IMHO

Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!

e-mail: karis.nsz@gmail.com

Advertisements

5 Comments

  1. s7…lah dah tau kauskaki jaringan aftersalesnya tidak sebesar Yamaha apalagi Honda kog ngk bersatu aja…2 kan lbh baik drpd 1…hhh koplax….

  2. yg gak serius kayaknya kawasaki p200ns nasib nya sama dengan pembeli z800 iklan gencar tapi di lapangan stock gak ada pembeli disuruh mengantri dan upping oleh sales2 nakal……..

Comments are closed.