Booming Motor: Ekonomi vs Kelestarian Lingkungan (KLH Series)

Pertumbuhan roda dua di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat pesat. Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Inodnesia (AISI) menunjukan fakta tersebut. Tercatat pada 2010 kemarin lebih dari 7 juta motor terjual, di tahun 2011 ini angka tersbut mereka yakin akan terlampaui. Fenomena yang positif bagi sebuah industri motor dan perekonomian bangsa ini. Tren tersebut juga menunjukkan kemampuan daya beli masyarakat Inodnesia semakin meningkat. Otomatis pajak yang masuk ke kantong pemerintah juga semakin besar, ujung-ujungnya negara ini diklaim semakin besar PDB-nya. Well, itu dari sisi ekonomi lho…

Sudah menjadi suau hukum alam, bahwa dampak positif pasti akan diikuti oleh efek negatif. Efek negatif disini saya lihat dari sudut pandang lingkungan hidup. Telah menjadi rahasia umum bahwa hampir bisa dipastikan tren kenaikan perekonomian suatu bangsa akan diikuti kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Pencemaran udara di langit kita semakin hari semakin menakutkan. Pemanasan global membuat suhu rata-rata seluruh permukaan bumi menjadi naik, kita merasa bumi semakin panas bukan?. Global warming ini tidak hanya menaikkan suhu bumi namun efek kelanjutannya yang tidak kalah menyeramkan. Bencana semakin akrab dengan keseharian kita, banjir, tanah longsor, gempa, tsunami, gunung meletus merupakan contoh yang bisa kita lihat.

Selain itu, es di kutub yang menyeimbangkan suhu dan memantulkan pansa matahari kembali ke angkasa jumlahnya semakin berkurang. Bahkan menurut data peneliti dunia, tingkat kehilangan es di kutub selama tahun 2010 lebih besar dibanding seluruh tahun sebelum 2010. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Siklus Karbon

Pelepasan material kimia yaitu unsur karbon ke atmosfer adalah biang keroknya. Karbon terdapat di senyawa kimia karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2), metana (CH4) dan senyawa-senyawa kimia kecil lainnya. Nah, kontribusi sektor transportasi, dalam hal ini kenaraan bermotor roda empat dan roda dua ya dipelepasan karbonmonoksida itu.

Hasil pembakaran di dalam mesin motor akan melepaskan senyawa-senyawa karbon ke atmosfer, kemudian senyawa tersebut terperangkap di atmosfer dan akan menghalangi lepasnya panas dari bumi ke angkasa, sehingga panas akan muter-muter saja di atmosfer bumi. Parahnya, kita sebagai mahluk hidup ya tinggalnya di permukaan bumi, dan itu termasuk atmosfer.

Jadi, jika semakin banyak motor yang terjual, otomatis akan semakin banyak konsumsi BBM, akibatnya tingkat pelepasan karbon ke udara juga akan semakin tinggai. Ditambah kita masih 99% bergantung pada bahan bakar fosil, ya bensin, pertamax, solar dll. Apa solusinya?

Motor Listrik. Solusi Pencemaran Udara

Menghentikan penjualan motor atau mobil sudah pasti mustahil, yang bisa diilakukan adalah meningkatkan efisiensi pembakaran di mesin sehingga sisa gas buangan akan lebih minimal. Selain itu produsen kendaraan bermotor harus terus menciptakan inovasi-inovasi kendaraan bermotor yang ramah lingkungan, perlahan harus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, motor atau mobil listrik misalnya.

**Tulisan ini sekedar uneg-unge saya, tidak ada unsur mendiskreditkan satu atau lebih pihak.

Semoga bermanfaat!

Advertisements

1 Trackback / Pingback

  1. Cinta Lingkungan Atau Strategi Bisnis Semata? « KarisNSZ | All About My Mind

Comments are closed.