Jelajah 7 Danau Besar Sumatera, TVS Apache Ingin Buktikan Ketangguhan!

Start

Tim ekspedisi Sap7aranu (baca : Saptaranu) Nusantaride Exploration memulai perjalanannya menjelajah 7 danau besar di Sumatera. Dilepas oleh R. Anandakrishnan Presiden Direktur PT.TVS Motor Company Indonesia, tim ekspedisi memulai garis start dari pelataran kantor PT.TVS Motor Company Indonesia Jl.HR Rasuna Said Kav.C5, Jakarta, Minggu (5/5). 4 riders mengendarai TVS Apache RTR 180 cc, yakni Riza Amrullah, Andry Berlianto, Yeremia Exlesia “Rere” Theorandaru dan Adi Imaduddin akan melintasi jarak + 8.000 km dalam kurun waktu 50 hari perjalanan.

“Melalui tim ekspedisi Sap7aranu ini akan membuktikan ketangguhan TVS Apache RTR sebagai salah satu brand varian sport TVS Motor. Ketangguhan TVS Apache RTR dapat dibuktikan karena dapat melalui rintangan dan kondisi jalanan, termasuk kondisi jalan yang kurang baik, sulit dan terpencil,” ujar R. Anandakrishnan, Presiden Direktur PT TVS Motor Company Indonesia pada saat mengibarkan bendera start yang menandakan ekspedisi Sap7aranu Nusantaride Exploration dimulai.

Start2

Tim ekspedisi Sap7aranu dalam perjalanannya juga akan singgah menemui para pecinta sepeda motor TVS, yakni anggota komunitas TVS Motor yang tergabung dalam TVS Motor Community (TMC) di beberapa dealer TVS Motor di TVS Padangsidimpuan, TVS Banda Aceh, TVS Palembang dan TVS Bandar Lampung. Tim ekspedisi diperkirakan akan kembali ke Jakarta pada 23 Juni 2013. Selain TVS Motor sebagai brand pendukung ekspedisi Sap7aranu Nusantara Lakexploration ini, brand pendukung lainnya adalah yakni Respiro, 7Gear, Sinnob,  Eiger Adventure dan konsultan safety riding Jakarta Road Survival (JRS).

Demikian press release yang masuk ke meja redaksi RA. So, seperti apa perjalanan menjelajah 7 danau besar di pulau Sumatera tersebut?  Kita tunggu saja kabar berikutnya. RA sih berharap dengan jelajah 7 danau ini mampu menunjukkan ke masyarakat Indonesia dan dunia bahwa pulau Sumatera punya danau-danau besar, tidak hanya danau Toba yang sudah terkenal itu. Selain itu, kondisi sebenarnya di lapangan, seperti halnya kerusakan lingkungan danau dan sekitarnya bisa diekspose se-apa adanya tidak ditutup-tutupi pemberitaan yang baik-baik saja. Maklum lingkungan kita semakin hari semakin rusak brosis, kalau tidak kita yang peduli, siapa lagi?!

Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!

Advertisements

4 Comments

Comments are closed.