Karakter Karbu Vakum DI Scorpio

Scorpio dikenal sebagai motor dengan performa garang, mesin berkubikasi 225 cc nya mampu mengeluarkan power yang sangat mumpuni. Enak diajak stop n go khas mesin Yamaha juga nyaman buat touring. Ya, walaupun banyak yang bilang boros BBM, namun saya pikir masih wajar lah dengan cc sebesar itu. Konsumsi standar memang tidak ada data akuratnya kebanyakan nyoba-nyoba sendiri, Teman-teman penunggang Scorpio seri lawas mengatakan konsumsi premium bisa mencapai 27-30 km per liter.

Banyak faktor yang membuat konsumsi BBM suatu motor tinggi atau rendah. Salah satunya adalah saat membetot gas. Untuk scorpio dari berbagai sumber yang saya baca, lebih baik jika dalam membetot gas atau menaikkan RPM mesin sebaiknya diakukan secara smooth dan perlahan, tidak secara langsung dan dalam.

Dasarnya membuka gas jangan langsung di gas pol, tapi di urut ngikutin RPM mesin, jadi gas dibuka sedikit demi sedikit sampai RPM naik secara perlahan.

Soalnya prinsip kerja karbu vakum pas kita plintir gas, yang bergerak bukan skep karbu, tapi butterfly valve yang ngatur kevakuman karbu supaya jarum skep bisa terbuka sesuai dengan kevakuman tersebut.

Well, intinya adalah kita harus tahu ciri khas dari mesin tunggangan kita, jadi kita bisa mengoptimalkan kerja mesin dan efeknya adalah lebih hemat BBM.

Semoga bermanfaat!

*mohon koreksi jika ada yagg salah

Advertisements

8 Comments

    • Hmm…sistem pengapian ada tiga (secara umum) dengan karbu biasa, karbu vakum dan injeksi. Nah, kelebihan karbu vakum ada di antara karbu biasa dan injeksi, lebih irit dari karbu biasa mendekati injeksi. Pencamuran bahan bakar dengan udara sudah diatur sendiri oleh karbu vakum, jadi lebih pintar dibanding karbu biasa. Namun yang paling bagus irit dan canggih memang injeksi mas bro…oh iya kelemahan karbu vakum adalah tarikan gas kurang spontan, ga seperti karbu biasa, makanya Si Pio harus perlahan menaikkan RPM-nya biar optimal. Kira- begitulah…koreksi jika salah ya

  1. Kang itu pakai stang apa yah, keren euy boleh tau nama dan merk stangnya plus harganya buat dipasang di Yamaha NVL

1 Trackback / Pingback

  1. Karbu Konvensional, Vakum atau Injeksi? « karis mauyy

Comments are closed.