Kemenangan Valentino Rossi Dan Kejutan Danilo Petrucci Di Silverstone 2015 Sudah Diprediksi Sebelumnya!

image
Pemandangan langka, Danilo Petrucci di podium

Rideralam – Valentino Rossi dan Danilo Petrucci menjadi bintang pada MotoGP Silverstone 2015. Keduanya bersama Andrea Dovizioso mentasbihkan Italia sebagai penguasa Silverstone 2015 dalam kondisi wet race. Yup, balapan basah atau wet race memang seringkali menjadikan hasil balapan sulit diprediksi. Tapi, tahukah brosis kalau ternyata has race tadi malam itu sudah “diprediksi” hasil posisi 1 dan 2 di sesi sebelumnya, sesi warm up?

image

Coba perhatikan grafis di atas. Hasil sesi warm up sebelah kiri dan hasil race sebelah kanan. Maaf kalau resolusi gambarnya kecil jadi rada rabun ngeliatnya. Anda benar, posisi 1 dan 2 di sesi warm up ditempati nama yang sama dengan saat hasil race keluar. Valentino Rossi dan Danilo Petrucci menguasai sesi warm up yang kebetulan juga telah turun hujan dengan intensitas yang ternyata juga mirip-mirip dengan saat race. Inikah jalan yang sudah digariskan agar Rossi juara dunia tahun ini?

Mengapa disebut jalan Tuhan? Cek ileee… MotoGP bawa-bawa nama Tuhan, noh ada di Banyuwangi yang namanya tuhan :D. Begini, sepanjang sesi latihan bebas Jumat hingga kualifikasi Sabtu, Valentino Rossi benar-benar terlihat kepayahan mengejar kecepatan Marquez dan Lorenzo. Dua pembalap itu silih berganti menjadi yang tercepat. Rossi? Sempat kedua di FP1 dan malah terpuruk di FP2 dan FP3. Di Q2 Rossi lumayan bisa di posisi 4, namun gapnya dengan Marquez (pole) dan Lorenzo sangat jauh. Secara teori, jika balapan berlangsung seperti sesi-sesi sebelumnya, maka siapapun akan menebak posisi 1-2 tidak akan jauh dari Marquez dan Lorenzo. Rossi, banyak yang memprediksi paling banter podium ketiga. Petrucci? Hanya orang stress yang akan memprediksi dia podium, kedua pula. Lalu, bagaimana hasilnya? Brosis mafhum semua siapa podium 1-2.

image
Hasil sesi warm up posisi 1 dan 2 sama dengan hasil race

Namun, sesi warm up menjadi seperti pertanda bahwa selain kondisi normal, jangan lupakan kondisi lain yang bisa mempengaruhi hasil race. Hujan a.k.a. wet race! Ketika kondisi normal, kecepatan motor melibas 5,9 km panjang sirkuit Silverstone di angka 2 menit 00 detik, maka saat sesi warm up laptime motor-motor prototype itu lebih lambat 18-20 detik. Dan, siapapun bisa menghadirkan kejutan saat hujan turun. Faktanya, seperti itulah yang terjadi di race. Simulasi semua sesi selain warm up seolah-olah tak berbekas. Rossi yang sepanjang karir balapnya menjadi 7 kali juara dunia kelas premier tidak pernah merasakan juara di Silverstone, akhirnya mendapatkan takdir barunya, juara MotoGP Silverstone pertama kalinya. Danilo Petrucci, seorang pembalap pelengkap di kelas premier dari tim sekelas satelit Ducati, yang tidak pernah bermimpi naik podium, malah justru mendapatkan kenyataan bahwa dirinya bisa podium, kedua malah.

“Begitulah MotoGP setiap orang bisa mengalahkanmu,” ujar Rossi setelah menjadi pembalap pertama yang menyentuh garis finish Silverstone. Sepertinya kalimat di atas pas jika ditujukan kepada Marquez dan Lorenzo ya. Dominan di awal-awal sesi hingga kualifikasi, malah memble di warm up dan race! Jadi, mulai sekarang jangan abaikan sesi warm up jika hendak memprediksi jalannya race. Silverstone 2015 menjadi bukti nyata.

Contact me on:

email – karis.nsz@gmail.com
twitter – @karismapr
facebook – karis mauyy
instagram – @karismapr
blog – rideralam.com || sportupdate5.com

Advertisements

3 Comments

1 Trackback / Pingback

  1. Kompilasi Blog yang Bahas MotoGP Silverstone 2015 | Mercon Motor™

Comments are closed.