Kondisi Zamri Baba Masih Koma

image
Zamri Baba

Rideralam – Dunia balap tanah air pada Minggu (7/6) kemarin memang sangat ramai. Ada gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat. Di salah satu kelas yang dipertandingkan yakni Supersport 600 cc terjadi cukup banyak insiden kecelakaan yang berakibat fatal bagi si pembalap.

Sebut saja insiden antara M. Fadli dengan Jakkrit Sawangswat yang menyebabkan kaki kiri pembalap Indonesia itu remuk dan mengancam karir sang pembalap. Sebelum ada insiden tersebut, juga terjadi kecelakaan hebat yang melibatkan pembalap Malaysia Muhammad Zamri Baba dan pembalap Indonesia Dimas Ekky Pratama.

Di race 1 Supersport 600 cc, kedua pembalap tersebut mengalami insiden kecelakaan cukup fatal di tikungan S besar sebelum tikungan terakhir Sirkuit Sentul. Zamri terjatuh lalu terlindas Dimas Ekky Pratama yang melaju dari belakang. Kejadian ini membuat panitia mengibarkan bendera merah saat balapan masuki lap ke-8 dari 16 lap yang harus mereka jalani.

Menurut Harlan Fadhilah yang menjenguk kondisi M. Fadli, Jakkrit dan Zamri menjelaskan bahwa hingga Minggu malam Zamri Baba masih belum sadar. Zamri Baba dikabarkan masih koma (dapurpacu). Tim dokter yang siap melakukan operasi sejak sore belum berani mengeksekusi sebab hingga jam 9 malam Zamri masih koma.

Menurut sumber di rumah sakit Pertamedika, Sentul City, Zamri mengalami pendarahan hebat di kepala akibat benturan keras ketika terjadi kecelakaan, bahkan tangan Zamri mengalami patah tulang setelah terbentur sepeda motor tunggangan Dimas Ekky Pratama (AHM Team).

Hemm… resiko sebuah balapan dengan kecepatan super tinggi. Semoga semua korban lekas disembuhkan, apapun hasil akhirnya itulah yang terbaik bagi mereka.

[display-posts tag=balapan]

Contact me on:

email – karis.nsz@gmail.com
twitter – @karismapr
facebook – karis mauyy
instagram – @karismapr
blog – rideralam.com || sportupdate5.com

Advertisements

7 Comments

  1. Sirkuit Sentul minta tumbal, tapi bukan mistis loh ya, kualitas aspalnya yang masih jauh dari standar internasional. Kalau kayak gini gimana kita mau nggelar MotoGP ya?

Comments are closed.