Marquez Memang Hebat, Bagaimana Seandainya…

image

Rideralam.com – Kehebatan Marc Marquez memang sudah tidak diragukan lagi. Menjadi rookie MotoGP tahun 2013, sebenarnya rookie karbitan gara-gara dari Moto2 langsung ke level pabrikan di MotoGP, dengan langsung menyabet gelar juara dunia musim itu dan semakin menggila di musim 2014 dengan 6 juara di 6 seri awal dari 6 pole.

Salah satu kelebihan Marquez adalah keberaniannya dalam menggeber RC213V hingga titik maksimal. Dan kebetulan, performa RC213V juga sedang moncer-moncernya sehingga nyaris tidak ada lawan yang bisa mendekatinya sebelum seri Mugello akhir pekan lalu. Dominasi Marquez ini membuat banyak penikmat MotoGP menjadi ‘boring’. Bukan soal juara yang sepertinya sudah dipastikan sebelum balapan, namun sisi entertaint di lintasan yang minim. Begitu Marquez di depan wuuzzzzz… ‘ngilang’, tau-tau sudah finish :D.

image

Sehingga, tidak sedikit dari penggemar MotoGP yang mulai berandai-andai. Pengandaian yang ekstrem adalah bagaimana seandainya Casey Stoner kembali ke lintasan, bagaimana seandainya Marco Simoncelli masih ada di lintasan, bagaimana seandainya Valentino Rossi masih berusia 20 tahun, seandainya… seandainya…

Coba brosis berkhayal, tidak apa-apa deh khayal dikit, di sebuah lintasan, Mugello misalnya, posisi start 1 Marquez, start 2 Stoner, start 3 Rossi, start 4 Lorenzo, start 5 Simoncelli, start 6 Pedrosa dan start 7 Tata. Dengan kondisi semua pembalap prima, terbayang kan bagaimana serunya. Marquez bakal berduel cucuk-cucukan dengan Rossi, belum lagi Stoner dengan sliding stylenya yang keren itu, lalu Simoncelli dengan kenekatannya yang bikin nahan nafas dan Lorenzo yang tidak mau kalah.

Siapa pemenangnya? Tidak penting lagi siapa yang akan menang, yang jelas penontonlah yang akan puas. Dan inilah esensi dari sebuah kompetisi, keseruan bukan dominasi! Imho

Baca Juga:
[display-posts tag=motogp2014]

Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!

Contact me on:
e-mail: karis.nsz@gmail.com
twitter: @karismapr
whatsapp: +628 77 1 2727 000

Advertisements

12 Comments

  1. Ane cuman ngehayal seandainya Marquez balapan pake Blade lawan Lorenzo pake JupieZ menang mana ya?

  2. Andai itu di dalam agama tidak boleh 😀 (melebar sedikit)
    Btw, power slide Stoner, justru di sempurnakan oleh Marquez. Ingat, Marc
    cepat sekali belajar terhadap orang yang ada didepannya. Melihat kelebihannya
    dan mencari kelemahannya lalu sikat… Itu terbukti semua alien di ikutinya mulai
    dari Pedrosa di Austin 2013, Rossi dan Lorenso juga. Setelah paham…babat habis.

    Ini mungkin sebagai jawabannya…
    Marquez bisa kok meninggalkan jauh seperti race-race sebelumnya…
    tapi tidak dilakukan

    Cékidot
    —–
    http://nyobamoto.com/2014/06/04/dari-catatan-waktu-motogp-mugello-apa-opini-anda-brosis/

Comments are closed.