Mau Motor Tunggangan Irit, Watch This Out!!

Siapa sih yang tidak ingin motor tunggangannya irit? pasti jawabannya tidak ada, semua ingin irit. Bahkan motor gedepun sebenarnya si pemilik inginnya irit, walaupun sadar bahwa hal tersebut bisa dibilang agak susah. Parameter irit sendiri cenderung relatif, misalkan  pemilik Ninja 250R akan mengatakan motornya irit jika konsumsi per-liternya mencapai 30 km, namun angka segitu dijamin boros jika motornya Mio J misalnya yang konsumsi rata-ratanya 60an km/liter.

Nah, sebenarnya untuk memperoleh asumsi berkendara yang irit, menurut Presiden Direktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), Bintarto Agung ada 4 faktor yang mempengaruhi, kinerja mesin, kualitas bahan bakar, infrasturktur dan perilaku berkendara (VIVAnews).

Kinerja mesin erat kaitannya dengan penggunaan bahan bakar dan pelumas. Bahan bakar dengan angka oktan yang semakin tinggi akan memberikan kinerja mesin optimal sehingga impact-nya adalah pembakaran menjadi efisien, dan gas buangan juga lebih ramah lingkungan. Di samping itu, penggunaan oli atau pelumas yang tepat sesuai spesifikasi dari pabrikan juga mempengaruhi keawetan part-part di dalam mesin. Jika part-part mesin tetap dalam kondisi optimal dan terlindungi oleh pelumas, bisa dipastikan pembakaran juga akan optimal, tidak banyak bahan bakar yang terbuang percuma otomatis usia mesin dan motor lebih panjang.

Faktor yang kedua adalah infrastruktur transportasi. Jalanan macet tentu akan berbeda dengan yang lengang, jalanan berlubang sudah pasti akan memberikan efek yang beda dengan jalanan mulus. Jika ingin lebih irit, sebisa mungkin hindari jalanan macet, gas-rem-gas-rem akan membuat konsumsi bahan bakar melonjak, pun demikian dengan kondisi jalan yang tidak mulus, lubang disana-sini akan membuat kinerja mesin berat. Ujung-ujungnya boros bahan bakar. Memang untuk kondisi infrastruktur jalan raya di Indonesia bisa dibilang kurang, apalagi di kota sebesar Jakarta misalnya. Kemacetan di mana-mana, lubang berjalan dimana-mana :D. GPS, sosial media, radio bisa dijadikan sumber informasi agar kita tidak terjebak macet (oh…nikmatnya hidup di kota sekecil Situbondo, bebas maceettt…kecuali pas lampu merah :D)

Last but not least, perilaku berkendara juga berperan penting dalam konsumsi bahan bakar. Semakin smooth mengendarai tunggangan, semakin efisien pembakaran bahan bakar, semakin irit jadinya. Hindari betot gas dalam-dalam, ngerem mendadak, blayer-blayer terlalu sering (kecuali ada cewek sih 😀 ). Kecuali untuk balapan di sirkuit, buat apa balapan di jalan raya, selain berbahaya, boros bahan bakar masbro!!

Silahkan dikoreksi dan dikomentari, semoga bermanfaat!

Advertisements

16 Comments

  1. klo mu irit, nebeng aja ama temen yg punya motor klo kemana2 termasuk mau ngantor xixixixi… :mrgreen: pasti temen juga gk bkalan minta duit, cukup kasih ucapan terima kasih dan doa doang, dijamin yg ditebengi nyengir2 :mrgreen:….
    —————————————————————————————————————————-
    secara garis besarnya dan secara umumnya saja, faktor penentu irit penggunaan bbm pada sepeda motor, ini hanya imho aja :
    1. Kapasitas mesin
    2. Teknologi Mesin
    3. bobot kendaraan
    4. bobot rider dan boncenger + klo suka yg bawa barang
    5. Riding Style (ini yg paling sangat jarang orang untuk jeli menganalisanya secara lebih mendalam).

    ini hanya IMHO, klo ada yg kurang tambahin aja gan. thanks…. 😀

  2. santai aja pake motornya..setiap akan riding, pikirkan bahwa kita akan riding secara santai, hati2, dll..insyaallah terbukti..semua berawal dari pikiran yg positif dari si rider itu..

Comments are closed.