Mengenal Rapid Test Virus Corona, Yuk!

rapid test virus corona

Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan metode Rapid Test untuk mendeteksi dini penyebaran Virus Corona. Beberapa wilayah dengan penyebaran tertinggi menjadi prioritas pelaksanaan rapid test virus Corona. Lalu, apakah rapid test itu?

Covid-19 telah menjadi pandemi. Seluruh dunia saat ini bertarung melawan mutasi dari virus SARS Corona yang mewabah sekitar 17 tahun silam. Virus yang punya nama lain SARS Cov-2 pertama kali ‘memperkenalkan diri’ di kota Wuhan, China akhir Desember 2019 lalu.

Tidak butuh waktu lama, virus yang oleh WHO (World Health Organization) akhirnya dinamakan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) itu menjangkiti umat manusia nyaris di seluruh dunia.

Virus Corona di Indonesia

Kasus pertama Covid-19 di Indonesia terdeteksi 2 Maret 2020 silam. Hingga kini hampir 3 bulan kemudian telah terdata lebih dari 20 ribu kasus positif Covid-19 dengan angka kematian sekitar 6,4%. Angka tersebut memang belum seberapa dibanding data dari negara-negara seperti Italia, Spanyol hingga Amerika Serikat.

Italia yang sempat menjadi negara dengan jumlah kematian terbesar kini terdapat 228 ribu positif dengan angka kematian 14,2%. Spanyol dengan 233 ribu kasus positif dan kematian mencapai 12%. Sedangkan, Amerika kini menjadi negara terbanyak kasus positif Covid-19 yang mencapaii 1,61 juta kasus dan tingkat kematian mencapai nyaris 6%.

Angka kasus positif Covid-19 Indonesia yang relatif rendah dibanding negara-negara tersebut dicurigai lebih karena kemampuan melakukan tes massal yang rendah. Menurut katadata.com (23/3), rasio kemampuan tes Indonesia hanya 10 spesimen dari 1 juta populasi, bandingkan dengan Korea Selatan yang mencapai lebih dari 6 ribu dari 1 juta populasi.

Namun, grafik kasus positif Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan penurunan. Angka kasus positif terus bertambah setiap hari. Guna mencegah penyebaran virus Corona lebih luas lagi, Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk melakukan rapid test, khususnya di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki kasus COVID-19 yang tinggi.

Apa Itu Rapid Test Virus Corona?

Rapid test virus corona adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan terbentuknya antibodi. Benda asing di sini adalah bisa virus atau bakteri.

Jadi, rapid test bukanlah penentu apakah si pasien positif Covid-19 atau tidak. Swab Test lah yang mampu mendiagnosis si pasien positif atau negatif Covid-19.

Prosedur Rapid Test

Rapid test diawali dengan pengambilan sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Hasil dari pemeriksaan ini ada dua, reaktif atau negatif. Reaktif berarti tubuh si pasien telah membentuk antibodi IgM dan IgG. Ini berarti tubuh sedang memperkuat diri karena ada penyakit yang menyerang. Jadi, asumsi awal penyakit itu adalah Covid-19. Sekali lagi hanya asumsi.

Hasil Rapid Test

Apabila hasil rapid test virus Corona reaktif (positif), perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan, yaitu tes PCR (polymerase chain reaction) yang dapat mendeteksi keberadaan virus Corona secara langsung. Tes PCR yang juga sering disebut swab test merupakan pemeriksaan yang resmi digunakan untuk mendiagnosa COVID-19.

Lalu, bagaimana jika ternyata hasilnya negatif? Artinya di dalam tubuh tidak ditemukan adanya antibodi IgM dan IgG yang melawan virus Corona. Namun, karena masa inkubasi Covid-19 ini sekitar 14 hari, bisa jadi saat rapid test tubuh belum memberikan respon terhadap virus Corona yang masuk.

Untuk itu, si Pasien harus tetap melakukan tindakan pencegahan yakni dengan melakukan isolasi mandiri di rumah selama minimal 14 hari. Tubuh setidaknya membutuhkan waktu 2–4 minggu untuk menghasilkan antibodi IgM dan IgG untuk virus Corona sejak terpapar virus ini.

Lakukan Rapid Test Ulang

Si pasien perlu melakukan rapid test ulang dengan jarak waktu 7–10 hari setelah rapid test pertama yang hasilnya negatif. Apalagi jika pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19, maka rapid test ulang menjadi wajib, bahkan harus dilakukan swab test untuk memastikan kondisi tubuh sebenarnya apakah sudah terpapar virus tersebut atau tidak.

Namun, keterbatasan jumlah dan penyebaran rapid test menjadi hambatan berikutnya dari si pasien. Namun, kabar gembira bagi Anda yang berdomisili di Jabodetabek sebab kini Halodoc menyediakan layanan rapid test yang bekerja sama dengan mitra rumah sakit.

Cara Melakukan Rapid Test Virus Corona Melalui Halodoc

  1. Pertama-tama, buka aplikasi Halodoc dan klik tombol COVID-19 Test“.
  2. Setelah itu, kamu bisa memilih tempat dan waktu untuk melakukan rapid test ini.
  3. Kamu akan diminta untuk mengunggah foto/scan informasi diri (KTP untuk orang dewasa, dan Kartu Keluarga untuk anak di bawah umur) dan melakukan pemesanan. 
  4. Jika sudah mengunggahnya, kamu akan melanjutkan ke tahap pembayaran. Biaya akan bergantung kepada biaya jasa tenaga medis dan penyediaan alat yang diberikan oleh pihak rumah sakit.
  5. Setelah berhasil, maka kamu akan menerima kembali SMS konfirmasi tentang jadwal tes dan detail pesanan. SMS tersebut harus ditunjukkan kepada petugas medis saat melakukan pemeriksaan kelak.

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Melakukan Rapid Test?

Sebelum pergi ke lokasi tes untuk melakukan rapid test, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Pastikan datang tepat waktu berdasarkan jadwal yang telah dikonfirmasi (hindari datang terlalu awal). Jika memungkinkan, mintalah orang terdekat untuk menemani kamu pergi ke lokasi tes.
  2. Pastikan kamu selalu mengenakan masker selama perjalanan maupun saat sudah sampai di lokasi tes.
  3. Sesampai di lokasi tes, akan ada pemeriksaan KTP (Kartu Keluarga untuk yang di bawah umur) dan SMS konfirmasi di Pos 1 oleh petugas. Pastikan membawa smartphone yang kamu gunakan untuk melakukan booking. Tes hanya berlaku bagi 1 (satu) pasien sesuai dengan KTP yang telah didaftarkan.
  4. Prosedur pengambilan sampel darah dan penamaan test kit akan dilakukan di Pos 2. 

Setelah melakukan serangkaian tes, kamu disarankan untuk segera meninggalkan area fasilitas tes. Kamu tak perlu menunggu hasil tes, karena hasilnya akan dikirimkan melalui SMS atau notifikasi Halodoc di smartphone Anda satu hari setelahnya.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.