New Mega Pro Saja Kalah Value dari Pulsar 180, Apalagi K18!!

image
Verza 150. Motor murah versi Honda

Masih tentang motor murah Honda berkode K18 yang akhir-akhir ini dikenal dengan nama Verza 150, ada banyak hal yang menarik untuk diperbincangkan. Jika di artikel sebelumnya tentang harga murahnya dibanding motor-motor sebelumnya, kali ini saya jadi tertarik untuk melihat perbandingan si K18 dengan motor sejenis dengan range harga selevel, Pulsar 180cc DTS-i (P180). Apakah value K18 bisa menyamai motor seharga sama tersebut?

image
Pulsar 180. Motor murah Bajaj yang tidak murahan

Bukan apa-apa, cuma ada sedikit kekuatiran tentang kualitas dari K18 terkait harganya yang murah. Sedikit perbandingan P180 dengan NMP, untuk harga 16 juta-an, P180 boleh dibilang memiliki value yang tinggi. Coba kita lihat speknya, tenaga 17,02 PS/9000 RPM, torsi 14,5 nM/6500 RPM, PWR mencapai 0,12 (Byson dan NMP saja hanya 0,10), lampu LED sehingga lebih hemat daya, suspensi belakang memiliki nitrox, punya exhaust TEC yang memiliki fungsi pemanfaat gas buangan, konsol speedo komplit (ada takometer). Artinya adalah P180 memiliki value yang lebih tinggi dibanding NMP yang notabene motor sport termurah Honda sekarang (harga 19 juta-an).

Nah, secara logika jika motor 19 juta-an Honda saja kalah value dengan P180, apa jadinya dengan value si K18 nantinya. Apa saja yang akan disunat dari K18 agar bisa terjual 16 juta-an? Contoh paling dekat adalah tidak adanya panel penunjuk RPM pada speedometer di K18, next what?

Apakah Honda akan mengorbankan kualitas K18 “hanya” untuk ngejar murah? Padahal di luar sana ada produsen lain yang mampu memberikan sebuah motor dengan kualitas jempolan dan harga sama! Jadi, apa betul itu motor murah yang tidak murahan? Semoga saja tidak!

Silahkan dikoreksi dan dikomentari, semoga bermanfaat!

Advertisements

69 Comments

  1. kalo bebek ada legenda, legenda2, fit x yg punya kualitas persis mocin
    nah untuk spotr ada verza yg juga berkualitas rendah setara mocin. trust me, it works πŸ˜€

  2. sebnernya kalo secara logika memang masuk akal kalau pulsar lebih value
    tapi ada satu lagi poin yang harus di perhatikan
    tidak semua konsumen paham atau sekedar mengetahui saja spesifikasi dari si motor dalam arti “sekedar mengetahui saja tidak apalagi disuruh membandingkan” atau lebih parah lagi dari “tidak mengetahui ” yaitu “tidak peduli” tentang spesifikasi
    kalo pernah tahu spesifikasi dan harga TVS TORMAX
    nah itu jauh lebih value dari motor bebek harga sekelasnya
    misal new jupiter MX atau supra x 125 karbu
    tapi kenyataan dilapangan (jujur saya sampai saat ini belum pernah melihat satupun TVS tormax lewat di daerah malang )
    jadi ada poin yang membuat value meningkat ketimbang spesifikasi dari simotor yaitu perawatan gampang, tempat servis banyak, sparepart enggak susah kalo perlu banyak yang jual KW nya
    CMIIW

    • Nah itu masbro, salah satu tugas blogger dan komentator (disadari atau tidak) adalah memberikan informasi ke masyarakat luas tentang suatu produk dilihat dari sisi objektif, yang tidak berkepentingan dengan si produk tersebut. arti katanya memberikan Second opinion bagi masyarakat gitu, informasi pembanding dari yg diberikan produsen yang tentu saja sisi baiknya saja yang ditonjolkan

      • waduh itu dia kang yang agak sulit
        saya sendiri mengakui kok
        saya lebih memilih MX daripada TVS Tormax
        ya karena poin value non spesifikasi tadi
        emang agak sulit juga sih kang kalo kita beli motor yang design mesinnya beda dari yang lain (TVS atau Pulsar)
        justru saya lebih prefer ke mocin yang desain mesinnya mirip sama motor pabrikan lain contoh ( happy, Viar ) kalo mesin minta jajan sparepart gak usah kebingungan….

        • dilema ya bro? sama sebenernya….logikanya begini, kita itu inginnya yang kita pilih itu the best (desain, teknologi, harga, pasca beli, dll) tetapi paket itu sulit dijumpai di merk manapun, akhirnya kita pilih yg aman saja….yang sudah kita kenal sejak awal, walaupun ternyata ada merk lain yg lebih oke dari sisi desain dan teknologi. Sebenarnya itu tugas new brand tersebut untuk memberikan jaminan “tenang” bagi pembeli dan calon pembelinya

  3. Bener jg gan. Tp value suatu produk ga cma ditentuin dr fitur dan kecanggihannya aja! Brand awareness sgt menentukan…mobil cina byk yg lbh value dr toyota, knapa ttp ga laku?

    • betul…harus diakui ketika menyebut motor, yang pertama terlintas pasti Honda (top of mind), itulah kelebihan Honda yang sayangnya belum bisa disamai merk manapun, bahkan Yamaha sekalipun, apalagi Bajaj. Nah, semoga dengan tulisan ini diharapkan masyarakat mulai smart untuk melihat segala sesuatu itu dari segala sisi, not brand only. IMHO

  4. Pndpt prbadi sy, sgt lah tdk mudah utk mmbangun sebuah brand image. Butuh usaha yg berkesinambungan & wktu yg tentu tdk sbntar. Kalau kita lihat pesaing langsung bajaj, i.e. motor2 produksi jepang, dimana motor2 jepang ini sdh sngt mendunia, & ditunjang jg dgn kehadiran mereka di ajang balap dunia sprti motogp, wsbk, bsb, ama, dll, mmbuat motor2 tsb sgt dikenal. Mgkn sj suatu saat bajaj bisa mmbangun motor yg bisa diajak tarung di level2 dunia tsb, dgn bgtu brand image mrka, sy yakin, otomatis akan terangkat & efeknya tentu kpd naiknya penjualan..
    Cmiiw.. πŸ™‚

    • setuju masbro, membangun sebuah brand imej tiu sangat butuh ekstra effort dengan biaya yang luar biasa besar (cost production, promotion, dll) dan itu semua sudah dimiliki oleh Honda. Di mana-mana Honda seperti merajalela.itu hasil kerja kerasnya selama ini. Merk lain harus lebih kerja keras lagi

  5. Jualan motor tidak hanya 1S, tapi 3S. Honda mungkin kalah dari spesifikasi teknis, tp mereka tidak meninggalkan konsumen setelah motor laku.. Sayangnya aftersale service terkadang malah ga dimasukkan dalam point value oleh para “pengamat otomotif”, padahal bg orang awam hal ini penting melebihi sesuatu yg didewakan “pengamat otomotif” seperti dk, torsi, tutup tangki rata, takometer, dll..
    Ane bkn fbh.. Cuma agak risih jg klo ada yg ngomong konsumen brand tertentu hanya brand oriented, kurang cerdas, dll…

    Jd ingat film gladiator.. Sebelum kau membunuh Maximus, kau harus membunuh namanya dulu… sebelum mengalahkan honda, kalahkan namanya dulu… konsistenlah melayani konsumen para pemain baru, karena dulu honda jg pernah newbie ketika menghadapi harley davidson…

    maap panjang

    • tulisan di atas semoga saja memiliki aura Maximus πŸ˜€
      Artinya, saya tidak bermaksud agar calon konsumen tidak membeli merk Honda tetapi sekedar memberi pengetahuan dari sisi lain “ini loh kelebihan motor X dibanding motor Y” jadi ketika konsumen menjatuhkan pilihan ke mrek tertentu, harapannya sih tidak ada sesal kemudian

  6. Sip…

    Enak warung sampean mas, ndak ada fbfb-an… Jd pengunjung/pemilik warung bisa saling tukar pikiran tanpa tukaran πŸ˜€

  7. faktor brand… faktor value… faktor aftersales…. dari ketiga itu mana yang mendominasi konsumen? klo saya value dan aftersales…

  8. Setuju gan,, secara value yg melekat di motor tersebut honda kalah..
    Disinilah gunanya bagian pemasaran & marketing, kejelian dalam melihat tentang apa yg paling mempengaruhi penjualan (khususnya d Indonesia Raya), apakah memang value yg menjadi indikator utama, ataukah design? ataukah prestise? Kenapa ice cream magnum tetap laku walaupun mahal banget? Kenapa iPhone tetep laku keras, padahal banyak yg setelah itu cuma dipakai buat sms atw telpon doang? Mungkinkah brand yg paling berpengaruh? (eg: adanya merk tiPhone, Blueberry) ataukah design yg paling berpengaruh? (merk X yg mirip CBR, merk XX yg mirip supra, mirip Jupiter dll)..
    Dan dari semua ini, banyak hukum2 ekonomi yg sepertinya nga berlaku d Indonesia, malah melahirkan hukum2 ekonomi baru yg justru nga berlaku d negara lain, buat mahasiswa bagus banget nih buat bahan skripsi atw tesis.. waduh jadi ngalur ngidul gini.. Hehe πŸ˜€
    Okelah, semoga berguna.. Ok Trims.

  9. milih motor itu sama kayak milih bini.
    harus lihat bibot, bibit dan bebetnya.
    lihat cewek gak cukup hanya cantik, tapi gmn keluarganya, keturunannya dari keluarga baik2 atau enggak, terus gmn kehidupan dia(sifat, watak, karir, dsb)

  10. articel yang tendensius tentang sebuah value..time will tell lah kita di lihat di 2013 mana yang lebih laku verza atau pulsar

      • yoi kalo ngomongin siapa yang lebih laku dah keliatan dari beberapa komen diatas yang prefer ke brand daripada value..gimana kalo begini anggap beli motor adalah satu paket value..itu yang harus bs dimunculkan atau bahkan itulah yang muncul dari orang yang membeli brand tersebut..brand, tech, quality, aftersales adalah satu kesatuan value…ujung ujungnya ada final decision..was it worthed to bought for ….saat teman ane tawarin jaket the north face windstopper series doi lebih milih sweater volcom …bahan katun biasa buat ridingnya..volcom style katanya semua anak skater pake…

  11. betooooooooooooooooooooooooollllllllllllllllllllll
    orang sini mindsetnya udah motor = honda, yang lain kacangan. kalo bajaj dah ada dimari dari taun 70 mungkin mindset itu bakal berubah. lucunya kalo dijalan banyak motor honda 200cc baik lama maupun baru nggeber2 gas seakan mau ngetes pulsar, tapi berhubung saya ga suka ngebut2 ya cuekin azaah :mrgreen:. kalopun diajak irit2an, boleh diadu tuh 150ccnya k18 sama pibo :lol:, tetep irit pibo

  12. kalau kompetitor menuding honda menang nama. sebenarnya tidak juga kok.ribuan orang beli merek honda pasti banyak pertimbangannya. ini bukan jaman 90an yang bisa saja kompetitor tinggal menuding menang merk saat ms nya kalah.

  13. Ai laik your opinion bro admin. Bloger menilai dr value barang. Bkn dr brand,hrga resale,bkn dr ms. Bhs mas 3atmono,ora uruzszsz. Kalo unggul ya diungkap,kelemahan ya dcacat. Apakah produk ulasan acr terkenal TOPGEAR yg valuenya wahid trus ms nya jg wahid?ndak kan. Cm dr ulasan tsb knsumen tahu nilai value dr produk yg akn dpilih.

  14. Jangan asal murah, okelah kualitas bagus katanya, tapi spare part impor karena pabriknya gak ada di Indonesia. Kalau ada masalah manajemen tinggal kabur kayak yang udah-udah. Jangan lupa faktor ergonomi dan bobotnya juga mas bro! Permah sekali ke dealer bajaj, niatnya mau test ride pulsar 180 atau 220. Pas baru geser2 nih motor di parkiran, wew berat banget! Kebayang gak kalau lagi apes mogok diluar kota gak ada bengkel bajaj? Atau minimal kalau ban kempes gimana harus dorong dengan bobot seberat itu plus setang nunduk yang bikin sakit leher? Mana joknya tipis lagi? Akhirnya gak jadi test ride gara-gara liat konsumen lain datang keringatan abis dorong pulsarnya trus nanyain spare part harus inden.

  15. Kalo mslh bobot n ergonomi,mopang ga smuanya ideal,mslh bobot,tiger ane jg berat tuh. Mslh 3s,ga ada critanya sebuah company 3th lgs bisa nyamai company yg udah bcokol lebih dr 30th. Smua ada prosesnya. Btw dsitulah kbijakan mmilih produk,value apa kemudahan. Mau dpt value+kmudahan? Tunggulah masanya saat kompetisi persaingan pabrikn mkin ketat, 7 pabrikan yg mapan saja,konsumen akn dmanjakan dg value n kemudahan.

  16. untuk menjaga sales after servise maupun ketersediaan sparepart itu juga butuh dana tambahan,masuk akal kalo dana nya untuk nyediain sparepart di ambil dari harga motor

  17. menurut saya honda banyak pilihan mau murah ada ,mau mahal juga ada ya terserah konsumen maunya yang mana,,,gitu aja kok repot…honda berusaha mengakomodir beragam keinginan konsumen dari level tinggi sampai rendah.

  18. “… saya tidak bermaksud agar calon konsumen tidak membeli merk Honda tetapi sekedar memberi pengetahuan dari sisi lain β€œini loh kelebihan motor X dibanding motor Y” jadi ketika konsumen menjatuhkan pilihan ke mrek tertentu, harapannya sih tidak ada sesal kemudian …” <— Sekedar mengingatkan mas bro, jadi blogger itu lihatlah dari segala sisi, termasuk after sales. Jangan cuma lebih power atau kualitas dikit aja trus menghakimi bahwa produk ini lebih value dari produk sejenis. Kalau ada konsumen yang terpengaruh tulisan ini, beli Pulsar trus kecewa di kemudian hari menyesal setengah mati, mas mau nanggung dosanya? FAKTA: XCD 125 sudah bertahun-tahun berkarat di gudang karena masalah kelistrikan. Ditanya ke bengkel besar malah diketawain ama kepala mekaniknya, katanya: "Lihat noh CB warisan kakek moyang gue, ori cuma pakai platina masih bisa jalan. Suku cadang masih banyak yang jual" Dibawa ke dealer tempat beli dulu, terserah mau dihargai berapa, jawabnya: "Maaf mas, yang masih bisa jalan aja kami gak berani ambil, apalagi yang ini". Jadi Bajaj itu value dari sisi mananya? Motor Bajaj harapan tidak sesuai dengan kenyataan, yang ada hanyalah sesal kemudian. Okelah baru beli kualitas bagus. Beberapa tahun kemudian valuenya tidak lebih dari barang rongsokan!

  19. Tanya ama ABG Alay, Keren mana; naik motor bebek super atau naik motor Sport Seadanya? kayaknya semua dah tahu jawabannya… (Kecuali ABG TUA … jawabannya pastinya “Yang penting sporty … emang gue gak boleh tampil kayak anak muda?”) wk wk wk …

  20. Kalo emang ada cacat produksi spt itu,ntar bloger jg akn nyacat kq bro. Dsini yg dbahas adl value,aka nilai ekonomis suatu produk yg akn dpilih,mslh aftersales itu bahasan tsndiri. Biasa kan?kalo sbuah produk br dg ktrbtasan aftrsales mau bsaing ya nonjolin valuenya,kalo ndak yo ora payu. Ingat kasus mocin? Knp laris,valuenya dnilai tinggi,stlh kbukti abal2 ya ilang sndri dtinggal knsumen. Itu parts,bengkel biasa ada lho. BTT,tinggal pilih value produk ato kmudahan aftrsales,kputusan ada dhati n pikiran anda. Ulasan bloger hy sbuah kepingan petunjuk sj. Salam damai non FB bro.

  21. tengsin kalau Honda menyuguhkan spek Verza (k18) di atas NMP. kan harga lebih murah Verza. Nah yg jadi pertanyaan, pantaskah “dihargai” mahal sepeda motor Honda sekarang ini yang notabene adalah produksi dalam negeri???

    • Nah itu dia, kalo mahal memang karna kualitas membuatnya mahal ga jadi soal, tapi kalau mahal hanya karena agar terlihat berkualitas namanya KURANG AJAR!

Comments are closed.