Penggiat Kampanye Keselamatan Berkendara Koq Dianggap Sok Suci, Think Positive Saja!

image
Keselamatan Berkendara Di Jalan Raya Dimulai Dari Diri Sendiri (pic. antaranews.com)

Kampanye keselamatan di jalan raya sedang galak-galaknya disuarakan dimana-mana. Tidak terkecuali oleh para blogger di dunia maya. Kemajuan teknologi informasi memungkinkan untuk itu. Mulai dari blogger kondang hingga yang ngaku-ngaku blogger seperti saya. Berbagai macam gaya penyampaian dengan gaya bahasa khas masing-masing bloggter memperkaya pengetahuan tentang keselamatan berkendara di jalan raya.

Sudah menjadi hukum alam, jika ada yang pro sudah pasti ada yang kontra, baik yg frontal atau laten. Pertentangan dan perlawanan dari pihak-pihak yang tidak suka dengan kampanye itu kerap kali hadir. Bisa dimaklumi karena jika bicara tentang keselamatan di jalan raya maka ada pembatasan hak dan kesukaan orang oleh hak dan kesukaan orang lain. Ibarat kata, hak saya dong putar musik keras-keras dalam kamar, tape saya kamar saya siapa yang mau melarang…itu versi saya, tapi tetangga juga punya hak, ini rumah saya, telinga saya trus ngapain tuh musik kenceng amat ganggu kenyamanan saya, iya tho? Jadi itulah inti dari kita sebagai mahluk sosial. Pun di jalan raya, hak kita ngebut, selap-selip, geber gas sesukanya, lha wong motor ini motor saya, saya juga bayar pajak, boleh dong sesuka saya!? Jangan lupa, ada orang lain yang juga pakai jalan itu, yang juga motornya sendiri, juga bayar pajak dan dia ingin menikmati jalanan dengan santai tanpa harus terganggu ulah setan-setan aspal.

image
Jalan Raya adalah Hak Semua Warga Negara (pic. okezone.com)

Kembali ke awal, kampanye keselamatan berkendara di jalan raya sudah pasti ada hambatan sana-sini. Salah satunya tulisan para blogger tentang materi itu jarang yang baca, karena menurut mereka terlalu menggurui lah, menyalahkan lah, menggiring opini lah, bloggernya ecek-ecek pengetahuannya tentang berkendara sehingga karena merasa lebih tua pengalaman gengsi dong. Akibatnya apa, akhirnya makin jarang yang memposting artikel tentang keselamatan berkendara, bahkan ada blogger senior yang bilang dalam posting artikelnya akan mengurangi tulisan tentang topik safety riding gara-gara kurang diminati pengunjung blognya (hitsnya rendah). Kalau sebuah usaha mulia pakai hitung-hitungan gitu, saya bilang sih ini adalah menunjukkan tingkat keikhlasan yang kadarnya rendah atau bahkan gak ada (walaupun urusan ikhlas hanya Allah SWT yang tahu).

Saya yakin para penggiat kampanye keselamatan berkendara di jalan raya yang terkumpul dalam berbagai wadah komunitas memiliki niat yg baik, positif thingking saja, toh apa yang mereka sampaikan juga baik koq. Perkara mereka anggap dirinya suci, yang paling tahu biarkan saja itu urusan dia dengan Sang Pencipta.

image
Katanya Kambing Aja Tau Lho

Jadi, buat teman-teman blogger kuatkan tekad untuk terus mengangkat isu keselamatan berkendara di jalan raya di postingan artikelnya, tentunya dengan gaya bahasa tetap sopan dan tidak menghujat. Jangan hanya gara-gara satu-dua orang melemahkan semangat kita jadi takut. Dan jangan lupa perbanyak pengalaman tentang berkendara yang baik dan benar di jalan raya. Cercaan, cacian, hujatan pasti datang, hinaan yang bilang menggurui lah, sok suci lah, bla bla bla lah anggap saja bentuk kepedulian mereka terhadap kita. Kalau kambing saja tau naik motor di trotoar itu salah, masa manusia kalah?! Ups…

Silahkan dikoreksi dan kita diskusikan, semoga bermanfaat!

Advertisements

15 Comments

  1. bukan dianggap sok suci mas, tapi kalo penggiat safety riding termasuk blogger itu terkesan menjustifikasi dan menggurui itu yg salah, dan bikin males, banyak tuh yg menganalogikan pengendara motor “X” itu pasti alay, dan pengendara motor “A” itu pasti arogan, padahal itu oknum.
    seharusnya mereka meberi himbauan dan contoh, itu baru jempol

    • Saya setuju dg masbro, merk tertentu dicap alay ya jelas salah, lha wong itu benda mati koq, yg bikin si merk itu keliatan alay ya gara2 ridernya yg ngalay…sebenarnya himbauan sudah sangat sering dilakukan, bahkan polisi sampe harus menangkap dan menilang mereka, tp itu justru menjadi kebanggan mereka yang bangga bisa ngerjain polisi

  2. dari jaman nabi, klo peyebar kebaikan dan kebenar-an itu dianggap sok suci. hati kecil mereka (yg tdk suka) setuju, tapi gengsi jua yang mengalahkan mereka (yg tdk setuju).
    so.. keep going. safety must go on 🙂 ntar klo udah tua dan punya anak cucu juga sadar 😉

  3. Konyol aja ad bloger yg sok2an ngmng safety riding secara arogan,dan ngejudge alay…
    Tapi g nerima klo dikritik…yg dsmpeinya g smuanya bner….
    Knapa g nyoba ngasih pencerahan dgn pncerahan sederhana tnpa ngejudge alay dsb…
    Knapa kmirngan jln by design sgitu,ap mksud gris ptus2 ato lurus,trus ngmngin design jaln dsb.dgn memhmi mksud teknisny dgn sndiriny kita bkal mnhrgai praturan

    • Misal ga semua bener, apa iya yang diambil malah yang salah….namanya manusia salah itu ya biasa, tetapi yg penting proses belajar dr kesalahan itu. Setahu saya (tolong dikoreksi jika salah) model2 alay itu dikasih pengetahuan dengan cara halus bakalan ga didenger, sedikit dikerasi membantah bilangnya “urus aja diri lo sendiri ga usah ngurus gw” pake disindir dan dicaci maki malah melawan, trus apa maunya. Ketika mereka alay dan ngalay di tempat pribadi dia, silahkan saja tapi jangan di tempat umum yang org lain butuh nyaman dan aman. Percuma juga tau arti marka, kemiringan jalan dll tapi pada prakteknya di jalan, tetep aja itu hanya sebatas tau tidak dipraktekkan

      • tapi ada bagusnya juga kalo sampe dikasih ilmu marka dsb sehingga lambat laun mereka sadar sendiri, seiring usia tentunya

  4. Bloger bukan nabi…dan peraturan yg dbikin oleh mnusia bukn tuhan….
    Contoh always on pada lmpu mtor….cocok dgn kdisi sluruh wlyah indonesia?klo d eropa yg 4musim dan suhu berbeda nthlah….

    • Blogger saja bukan nabi….nabi saja yang mengajarkan peduli terhadap sesama tidak diacuhkan oleh alay, apalagi blogger mesti dimusuhi padahal ngajaknya bener

  5. sabar aja bang.
    kalau nge-judge rider alay salah, apa nge-judge blogger alay boleh dibilang bener?

    Apa lagi saya baru bikin artikel tentang trotoar 🙁

  6. alay itu ga pernah nyalain lampu,taunya se’enak udel sendiri,kalo suruh nyalain lampu yg dipake malah hi-lamp nya yg bikin silau bukan low-lamp,lampu itu penting buat keselamatan diri kita dan jg orang lain dalam kondisi apapun mau hujan siang panas malam sama saja harus nyala

Comments are closed.