Review 1000 km Pertamina Enduro 4T Di Sipio

Pertamina Enduro 4T 20w-50. Memuaskan

Pertamina Enduro 4T 20w-50. Memuaskan

Gara-gara kerjaan padat-padatnya, jadi lupa dengan janji RA beberapa waktu lalu untuk mereview pemakaian Pertamina Enduro 4T yang jadi pelumas mesin Sipio. Sebelum membahas, RA ucapkan terima kasih kepada bro Adit, salah satu pembaca setia blog ecek-ecek ini, yang kebetulan “bertemu” di fan page Yamaha Scorpio di Facebook, karena bro Adit sudah mengingatkan RA untuk mereview si Enduro. Oke, RA coba penuhi janji itu.

Saat ini odometer reset sipio sudah menunjukkan 200-an km artinya sudah 1000 km lebih 200 km. Sudah lebih dr cukup untuk mencoba mereview hasil “kerja” Enduro 4T 20w-50 ke mesin Sipio. Selama 1200 km pemakaian, ada beberapa perbedaan dengan pemakaian pelumas sebelumnya. Yang kentara adalah mesin Sipio menjadi lebih halus, smooth tarikannya dan tidak sepanas ketika menggunakan pelumas sebelumnya.

Selama riding dalam kota (sebagian besar rute Sipio sejauh ini), Enduro 4T boleh dibilang hampir sama dengan pelumas yang pernah RA pakai sebelumnya, BM1, Castrol dan Yamalube, tapi memang perbedaan terlihat ketika durasi ridingnya agak lama, lebih dari 30 menit, Enduro mampu menjaga mesin sipio tetap bertenaga, tidak ada gejala power drop akibat panas, juga nyaris tidak ada perbedaan bunyi mesin ketika digeber sebentar atau lama. Ketika menggunakan Yamalube 20w-40, suara mesin sipio hanya empuk dan bulat ketika belum terlalu lama hidup, tetapi setelah riding lama mulai terasa suara kasarnya, dan ketika pakai Enduro ini nyaris sama…masih empuk dan bulat kendati riding cukup lama.

Kalau gejala selip kopling, getaran mesin hingga speed sih nyaris tidak beda dengan pelumas lain. Ketika pakai BM1 15w-40 setelah 1000 km, mesin sipio jadi kasar, saat pakai Castrol 10w-40 cukup 500-700 km saja mesin bersahabat, setelah itu kasar, jika Yamalub 20w-40 mirip-mirip dengan BM1 tadi. Namun, dengan Enduro 4T pemakaian 0 km dan 1200 km terasa tidak ada bedanya, sama-sama bikin mesin lebih halus.

Satu lagi yang bikin RA salut dengan pelumas buatan Pertamina ini adalah ketika kemarin Sipio ke Surabaya. Riding non stop 3 jam plus bertemu kepadatan khas a la Jl. Ahmad Yani Surabaya ternyata mampu membuat mesin Sipio tetap anteng, performa tidak jeblok seperti halnya ketika pakai Castrol tahun lalu yang harus susah payah pindah gigi 1-2 dan sebaliknya, bahkan kopling sampai selip, dengan Enduro 4T ini gejala itu sama sekali tidak muncul. Memang benar kata teman-teman, Enduro 4T yang biasa bagus untuk berkendara jarak jauh, dan RA sudah buktikan itu.

Lalu, apa kekurangan pelumas ini? seharusnya ada, dan memang ada. Entah ini kekurangan si pelumas atau aki, ketika pemanasan mesin di pagi hari, mesin sipio agak susah untuk langsung langsam. Jadi, ketika dikick starter sampai mesin hidup, gas kudu diputar keras dulu, lalu setelah agak lama baru mesin bisa stabil di rpm tertentu, ini juga berlaku ketika mesin sipio dihidupkan dari kondisi mati selama berjam-jam. Pas masih pakai Yamalube, mesin dihidupkan dan gas bisa langsung dilepas, artinya mesin bisa langsung idle alias langsam. Apakah ini karena Enduro 4T 20w-50 memiliki kekentalan lebih sehingga butuh waktu untuk melumasi dengan sempurna? Entahlah….

Nah, itu sedikit review pemakaian pelumas Pertamina Enduro 4T 20w-50 di Sipio setelah pemakaian 1200 km. Hasil di atas belum tentu sama dengan review rider lain atau motor lain, tapi setidaknya itu gambaran yang RA rasakan dengan pelumas Pertamina tersebut. Intinya adalah RA puas dengan Enduro 4T 20w-50!

Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!

e-mail: karis.nsz@gmail.com

Advertisements

21 Comments

  1. Numpang antri pertamax plus gan? Biasanya sae40 top speed Dan akselerasi lebih ok Daripada yg sae 50, tapi ya perlu disesuikan dg karakter Dan cc motor, btw walaupun sae sama tapi beda merk tetep beda rasa

  2. Vega saya juga cocoknya sama Pertamina Enduro. FYI, sebelumnya saya udah pernah pake secara berurutan : Yamalube Silver, Yamalube Gold, Top 1 Action Plus, Shell AX5, dan terakhir Pertamina Enduro. Yang paling enak diantara semuanya ya Pertamina Enduro ini. Sejak itu udah ngga pernah gonta-ganti merk oli lagi. Padahal di rumah masih ada stok Shell AX5 satu botol lagi, tapi sampe sekarang ngga dipake2 :mrgreen:

  3. info menarik nih, coz saya masih pake yamalube pas panas loyo. saya pernah coba trek Purbalingga-Pemalang yg berbukit-bukit, maintai di gigi 2-3 di rpm 7k-8k. Power puas, coz tanjakan dan tikungan libas semua (apalagi pio baru, 2012). cuman pas beberapa lama mesin panas, tenaga jadi loyo… mau ga mau akhirnya rest bentar 30 menitan br go lagi. ๐Ÿ˜€ ntar coba ah nih oli. ๐Ÿ˜€ ;D

  4. Pas dengan pengalaman sya

    enduro 4t 20w-50 memang cocok untuk turing/pemakaian agak lama. tapi yaitu kalo pagi2 kaya gak cepet naik olinya.truss kalo oli masih baru tarikan agak berat

    tpi untuk pemakaian berat memang recomended ๐Ÿ˜€

    • tergantung umur motornya bro. pengalaman ane di motor ane yg berumur 5 tahun pake enduro racing memang enak tarikannya. tapi pernah bablas gak check oli, waktu 1700km ++ dan dipake turing 4 jam nonstop. begitu besoknya kuras oli, oli bekas tinggal nyisa 200ml.
      padahal sbelumnya pake yg non racing kuat 2000km ++, dan waktu dikuras penguapannya sangat minim.

  5. Di supra 125 ane jg pake oli Enduro 4t sama Mesran super for motor,mesin alus ga cepet panas cocok bwat jalan jarak jauh,pokoknya pake oli Pertamina kita untung bangsa untung.

  6. Tanya mas. Saya pakai verza tahun 2013. Karena dulu pernah cocok dengan produk oli pertamina 20w 50 maka kemaren saya ganti dengan oli pertanina tersebut. Tapi saya khawatir terjadi kenapa kenapa dengan mesinnya karna pabrikan merekomendasikan oli 10w 30. Apakah tidak beresiko menggantinya dengan oli yang lebih kental.

    • Skrg dg pertamina 20w-50 bagaimana impresinya bersama Verza? Selama tidak ada keanehan, santai saja. Oli kental akan mempengaruhi tarikan, lebih berat namun ke mesin lebih tahan lama ademnya

      • Mesinnya halus. Enak di ajak keluar kota. Hanya saja masalahnya mesin sedikit lebih berat waktu awal. Tapi lama lama juga enteng dan lebih bertenaga dari pada oli rekomendasi pabrik ketika sudah panas. Makasih mas infonya…

1 Trackback / Pingback

  1. Review Yamalube Supersport Di New Vixion (2100 km), Maksimal! | RiderAlam.com

Comments are closed.