[Save Environment] Jenis-Jenis Ekosistem: Ekosistem Daratan (Terestrial)

Ekosistem Darat di muka bumi
Ekosistem Darat di muka bumi

Hingar-bingar peluncuran CB150R dan New Vixion nyaris melupakan rangkaian artikel kelestarian lingkungan hidup ini. Yuk, sekarang kita lanjutkan pembahasan tentang prinsip dasar ekologi seperti yang sudah di bahas di sini, sini, dan sini. Nah kali ini kita akan sedikit membahas tentang ekosistem, tepatnya adalah jenis-jenis ekosistem yang ada di muka bumi ini.

Secara garis besar, ekosistem dapat dibedakan menjadi dua yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami bisa dibedakan menjadi ekosistem daratan (terestrial) dan ekosistem lautan (aquatik).

Ekosistem Daratan
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi delapan, yaitu

1. Ekosistem Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik dan subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun. Spesies pepohonan relatif banyak. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi suhu dan kelembaban tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 °C. Terdapat dua tanaman khas yaitu liana (rotan) dan anggrek. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.

2. Ekosistem Savanah (Sabana)
Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temperatur dan kelembaban masih tergantung musim. Sabana yang terluas di dunia terdapat di Afrika; namun di Australia juga terdapat sabana yang luas. Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga dan mamalia seperti zebra, singa, dan hyena.

3. Eksositem Padang Rumput
Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga,tikus dan ular. Padang rumput memiliki perbedaan dengan savanah yaitu di padang rumput nyaris tidak ada pepohonan, sedangkan di savanah masih ada pohon besar walaupun jumlahnya sangat sedikit.

4. Ekosistem Gurun (Padang Pasir)
Gurun terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, semut, ular, kadal, katak, kalajengking.

5. Ekosistem Hutan Gugur
Hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki empat musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewan yang terdapat di hutam gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak). Jadi ekosistem hutan gugur ini tidak ada di wilayah tropis, misalnya Indonesia.

6. Ekosistem Taiga
Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik, ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakanhutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

7. Ekosistem Tundra
Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput alang-alang. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.

8. Ekosistem Karst
Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia. Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untukpertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.

Sebenarnya pembagian ekosistem daratan ini tidak mutlak harus delapan, banyak sumber yang mengatakan berbeda-beda, tetapi pada dasarnya semua wilayah di darat adalah ekosistem daratan asal memiliki ciri terdiri dari produsen, konsumen dan pengurai. Selanjutnya akan dibahas tentang ekosistem perairan atau aquatic di artikel berikutnya, biar tidak terlalu panjang brosis kalau dijadikan satu, eneg bacanya hehehe….

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem

Advertisements

4 Comments

  1. Be thankful when you don’t know something, For it gives you the opportunity to learn

    melalui tulisan2 spt ini mengingatkan kita untuk belajar lagi akan keseimbangan ekosistem..yach alam semesta bukanlah warisan namun titipan buat generasi yang kan datang..
    keep writing BroOo.. nice JOB

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. [Save Environment] Jenis-Jenis Ekosistem: Ekosistem Perairan (Aquatic) « KarisNSZ | All About My Mind
  2. [Save Environtment] Ekosistem Buatan « KarisNSZ | All About My Mind

Comments are closed.