[Save Environment] Komponen Penyusun Ekologi

Faktor Biotik dan Abiotik Merupakan Penyusun Utama Ekologi
Faktor Biotik dan Abiotik Merupakan Penyusun Utama Ekologi

Hai…hai…ketemu lagi dengan materi artikel yang mungkin bagi sebagian brosis kurang menarik, tapi tidak apa-apa, siapa tahu setelah membacanya jadi sedikit tergugah untuk minimal sadar kalau kita hidup di sebuah lingkungan, sebuah ekosistem, sebuah biosfer bernama bumi. Ini adalah artikel kedua dari rangkaian artikel [Save Environment], artikel pertama silahkan ke sini. Nah, untuk menyadari itu, ada baiknya untuk sedikit meluangkan waktu mengetahui dimana posisi kita sebagai manusia di dalam sebuah ekosistem. Apa saja yang menjadi bagian dari sebuah eksositem dan dimana peranan manusia di eksositem tersebut. So, tanpa banyak ba bi bu lagi, inilah sedikit informasi tentang KOMPONEN PENYUSUN EKOLOGI

Komponen ekologi secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu faktor Biotik atau mahluk hidup dan faktor Abiotik alias benda mati. Kita lihat satu per-satu.

Faktor Biotik

Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer. Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistemyang menunjukkan kesatuan.

Di dalam faktor biotik terdapat tingkatan organisasi kehidupan, dimulai dari yang terendah bernama Individu. Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Kemudian individu-individu tersebut berkelompok dengan sesama jenisnya membentuk sebuah kelompok bernama populasi. Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi misalnya, populasi pohon kelapa di kelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang.

Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Ada beberapa faktor penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi. Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya tebang pilih. Populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik ini antara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas dan mortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi. Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak, misalnya hewan dan manusia.

Sementara itu, kumpulan beberapa populasi akan mebentuk sebuah komunitas. Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.

Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).

Faktor Abiotik

Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut:

a. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup.  Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.

b. Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.

c. Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk

d. Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.

e. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat tersebut, karena ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.

f. Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu

g. Garis lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi

Nah, itu tentang komponen penyusun ekologi yang lumayan banyak untuk disampaikan. Pelan-pelan saja brosis bacanya, sambil menyeruput secangkir kopi hangat akan terasa lebih nikmat. Untuk selanjutnya, saya coba untuk sedikit berbagi informasi tentang adaptasi mahluk hidup terhadap lingkungannya. Untuk kali ini, cukup dulu ya sampai di sini.

silahkan dikoreksi dan dikomentari, semoga bermanfaat!

Advertisements

1 Comment

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. [Save Environment] Adaptasi Mahluk Hidup: Survival Methode! (1) « KarisNSZ | All About My Mind
  2. [Save Environment] Jenis-Jenis Ekosistem: Ekosistem Daratan (Terestrial) « KarisNSZ | All About My Mind

Comments are closed.