Selamat Jalan Marco “Super Sic” Simoncelli #58

 

Dunia balap roda dua kembali berduka. Salah satu pembalap berbakat dan sangat entertain, Marco Simoncelli, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan parah di lap 2 MotoGP race Sepang, Malaysia minggu (23/10). Kecelakaan yang terjadi melibatkan 3 rider, yaitu Super Sic, Colin Edward dan Valentino Rossi. Simoncelli yang berada di depan Colin dan Rossi terjatuh karena kehilangan cengkraman ban depan, sialnya di belakang dia dengan jarak yang begitu dekat, Colin Edward menghantam badan Simoncelli dan nyaris diikuti oleh Rossi. Nama terakhir akhirnya melebar ke gravel dan tidak mengalami apa-apa. Sementara, Simoncelli terlihat tertelungkup di lintasan dengan helm terlepas dari kepala, kemungkinan karena terlindas atau tertabrak ban depan Colin.

Tim medis yang segera tiba di lokasi menemukan Simoncelli sudah tak sadarkan diri, seperti yang dilaporkan oleh Direktur Medis Dr. Michele Macchiagodena, dikutip dari detiksport “Saat tim kami sampai, ia tak sadarkan diri. Saat ambulans datang, ia langsung diberikan CPR dan juga mendapatkan perawatan standar lainnya. CPR terus diberikan selama 45 menit karena bisa menolongnya. Sayangnya itu tidak bisa membantunya. Ia meninggal pukul 16.56 (waktu setempat, red),”.

Setelah kejadian megerikan tersebut, pihak penyelenggara race akhirnya membatalkan race Sepang, dengan alasan hampir seluruh tim medis berkonsentrasi untuk Simoncelli dan Colin. Sementara itu, Colin Edward diberitakan mengalami dislokasi bahu yang sangat serius. Kematian Marco Simoncelli merupakan kematian pertama seorang rider di kelas utama MotoGP setelah Daijiro Katoh di tahun 2003 Grand Prix Jepang. Dan entah kebetulan atau gimana, kedua pembalap adalah pembalap Gresini.

Marco Simoncelli, 24 tahun merupakan juara dunia kelas 250 cc tahun 2008. Di kelas para raja ini, Super Sic mencatat hasil terbaik adalah podium kedua di Phillip Island, Australia. Pembalap yang terkenal dengan dandanan rambutnya yang kribo memang langsung menyita perhatian publik. Di awal-awal race musim ini, Si Kribo beberapa kali membuat “aksi” yang bisa dibilang membuat MotoGP musim ini begitu menarik. Skill membalapnya termasuk oke, keberaniannya berduel di lintasan, nyalinya untuk bertarung dengan rider-rider lain dari tim pabrikan besar membuatnya diganjar kontrak baru di tahun 2012 nanti bersama HRC, mengalahkan Dovisiozo yang akhirnya berlabuh ke Tech3. Namun, semua itu sekarang tinggal kenangan, tidak akan ada lagi si Kribo di lintasan, tidak ada lagi Honda Gresini #58 yang membuat penonton terhibur, namun Mauyy yakin semangat dan keberanian Super Sic tidak akan pernah padam di lintasan. Selamat Jalan masbro!!

 

Advertisements

12 Comments

  1. selamat jalan, benar2 sangat kehilangan seorang ‘the next rossi’, apalagi kejadiannya begitu tragis dan memilukan. RIP marco simonceli, we alway remember u..

  2. salah 1 pembalap idola saya selain rossi..
    MotoGP kembali kehilangan pembalap dgn bakat luar biasa, yg berani bertarung head 2 head dgn pembalap lain.
    Semoga #58 tenang di sisiNya.

  3. Padahal baru kemaren kayaknya mas bro bikin tulisan tentang Simoncelli yang lain di blog ini, ternyata tulisan berikutnya adalah kabar duka ini, ga nyangka mas bro…..

    kami kehilanganmu —- si “nyentrik” and selalu bikin rame lintasan — RIP Marco simoncelli

    • Iya masbro, saya termasuk yang mulai suka dengan dia, makanya tulisan tentang dia lumayan ada di sini, sangat terpukul ketika mendengar dia meninggal. Walau jauh dan tidak pernah kenal dia, tp terasa dekat berkat tulisan2 tentang dia….
      MotoGP kehilangan calon pembalap besarnya nih…RIP Marco Simoncelli

  4. Mudah2an..akan ada tumbuh lg pembalap2 nyentrik n berani stlh ini..biar MotoGP gak monoton. pdhl saya berharap bisa meliat dia n rossi naik podium brg..pengen liat aksi celebrasi mereka berdua..pupus sudah.

    • pembalap yang ada skrg dari sisi kill memang oke, tapi untuk meng-entertain penonton masih kurang, hanya Simoncelli yang punya potensi itu setelah masa Rossi lewat. Jorge Lorenzo mendekati…

Comments are closed.