Suka Duka Menjadi Teman Si Pio

Si Pio

Memiliki tunggangan sehari-hari seperti Si Pio banyak suka-dukanya, dan selama hampir satu tahun bersama rasa-rasanya lebih banyak sukanya deh dibanding dukanya hehehe…. Bukannya membela diri atau menghibur diri tapi memang faktanya seperti itu.

Pertama kali si Pio sampai di rumah (diangkut pick up dealer) hal pertama yang Mauyy lakukan bukannya langsung nyoba nih motor tapi malah membaca buku manual petunjuk bagi pemilik kendaraan hehehe…bukannya sok taat aturan, tapi memang ingin tahu lebih teknis mengendarainya, maklum ini baru pertama kali punya motor inreyen. Asseeekk… Hal pertama yang ingin Mauyy ketahui adalah bagaimana memperlakukan motor ketika dalam kondisi inreyen. Setelah merasa paham dan ngerti maksud tuh buku langsung deh ambil kunci, colokin, putar on, starter elektrik dipencet breemm…..suara keluaran knalpot kotak (kelak ketahuan kalau itu cuma kondom pelindung panas) menggoda hati.

Bermodal premium dari dealer 2 liter (?) mulai deh jalan-jalan dengan kecepatan sangat pelan hanya berkisar di 40-60 km/jam dengan rpm maksimal 5000 (sesuai buku nih) hehehe….Lalu Si Pio akhirnya menjadi teman setia Mauyy kemanapun (walaupun ga pernah jauh sih), termasuk nemenin dikala ngais rejeki tiap harinya.

Lalu mana cerita suka dukanya, koq jadi nostalgia heheheheh….maaf maaf …… oke deh. Begini, Mauyy bagi sukanya dulu deh. Punya Si Pio sudah pasti jadi “naik kelas” di lingkungan sekitar, contoh paling nyata adalah tidak sedikit yang memperhatikan sosok si kalajengking ini, baik di kampung, ketika di jalan atau di lampu merah. Perhatian semacam ini sangat menyenangkan lho, melebihi nikmatnya nasi goreng terenak (lebay.com). Enaknya lagi adalah saat ngaspal di jalan besar nih. Sudah bukan rahasia lagi kalau sekarang banyak sekali biker alay yang kelakuannya di jalan raya kayak yang dia sendiri yang punya jalan, sak enak udelle dewe, main kebut, salip, potong jalur seenak jidatnya, nah ketika moment ini terjadi, saatnya power Si Pio berbicara. Biarkan sejenak si alay meringsek ke depan, shiftgear…gas tarik dalam-dalam tapi dengan halus…kejar dan asepin deh, ya walaupun cuma lawan bebek a la alay, tetep aja ngasih mereka pelajaran kalau di atas langit masih ada langit lain ┬áhehehe…(mbuh mereka jadi belajar tidak). Tapi untuk yang ini jangan ditiru mas bro, agak-agak alay juga sih jadinya huahahahaha….

Selain itu, riding dengan Si Pio sudah pasti berasa ekslusif. Mesti, lha wong jumlah penjualannya saja ga banyak jadi sangat jarang nemuin “saingan” di jalan. Akibatnya, banyak orang yang pangling dengan tongkrongan motor bergenre sport cruiser ini. Bayangkan saja, sejak pertama kali punya, sudah lebih dari 5 orang yang bilang Si Pio adalah Byson, nah lho!!? Ada juga yang nyangka Honda Tiger katanya, waduhh…..Disangka seperti itu, Mauyy cuma senyum-senyum saja, dan yang bikin bangga (sombong sih heheheh…) adalah ketika Mauyy jelaskan bahwa ini adalah Scorpio baru, mereka langsung geleng-geleng dan berujar nyaris sama “wah…keren ya” xixixixi…..kalau ini ga lebay mas bro, fakta!

Sekarang giliran ga enaknya. Yang paling berasa adalah konsumsi bahan bakarnya. Secara teori dan sesuai buku petunjuk bahwa perbandingan konsumsi bahan bakar dengan kilometer adalah 1:30-35 km, namun ketika Mauyy coba tes sederhana berdasarkan odometer bawaan terdapat hasil yang agak berbeda. Jika menggunakan premium perbandingannya menjadi 1:27 namun kalau minumnya Pertamax baru perbandingan mencapai 1:30-32. Sebenarnya, dengan kubikasi sebesar bawaan Si Pio, yaitu 225 cc konsekuensi Si Pio jadi “bersahabat” dengan SPBU adalah normal dan wajar, walaupun jika dibandingkan Tiger masih lebih irit flagship Honda tersebut hehehe….tapi tidak apa-apa, toh setimpal dengan power yang dihasilkan.

Tidak enaknya lagi adalah, Mauyy merasa getaran bodi Si Pio ketika berakselerasi di kecepatan 60-80 km/jam sangat kerasa alias lumayan keras, namun menjadi smooth atau berkurang ketika lebih dari kecepatan itu, apalagi masuk 100 km/jam ke atas. Jadinya kalau mau bawa Si Pio ya kalau ga pelan mending kenceng sekalian hihihihii…sambil lalu ngademin mesin kalau bawa kencang, maklum pendinginnya masih menggunakan jasa udara (pengen masang oil cooler nih, ada saran ga tentang ini mas bro?).

Satu lagi, saat ganti oli jadi agak ribet soalnya dengan satu botol oli masih kurang, namun dengan 2 botol malah lebih. Jadinya, 3 botol oli 800ml dipakai untuk 2x ganti oli, ribetnya adalah ketika bawa pulang sisanya.

Oke deh itu saja dulu cerita tentang suka duka punnya Si Pio, tunggangan sehari-hari. Semoga bermanfaat!

Advertisements

11 Comments

  1. Pio Irit kalo dibawa di torsi maksimum yaitu di RPM 6500 coba deh naik turun di RPM tersebut, kalo dah masuk gigi 5 mungkin speed sekitar 80 – 90 Km/J. untuk stabil di RPM segitu emang susah kalo sering ketemu macet. bawa PIO < 80 Km/J = boros, soalnya kelamaan diperjalanan ga nyampe2x hehehe…

  2. Scorpio saya th 2010 awal, konsumsinya 1:32/35 klo pake premium. Mungkin beda knalpot ya bro yg bkn jd agak boros

    • nah itu dia saya juga bingung mas, secara teori scorpio baru kan lebih irit, lha koq malah lebih boros, padahal semuanya masih standard pabrikan lho, ga ada modif macem2, cuma naikin shok belakang

  3. ane jg mo sharing mas bro.pio thn 2011 akhir.baru 1000-an KM nya. isi shell super konsumsinya 1:28-29.itu pun cara ridingnya campur antara sering tarik sampe 6-7rb rpm dan riding santai dengan kondisi tiap hari boncengan ama bini+1 tas tankbag full isi di depan

1 Trackback / Pingback

  1. Plus Minus Pemasangan Oil Cooler di New Scorpio Z….?? « karis mauyy

Comments are closed.