Teralis Bukan Untuk Melawan V-Ixion? Percaya? Ah…..

Kabar mengenai Honda yang menyiapkan si teralis di akhir tahun ini bukan kabar baru, apalagi di jagad blogsphere (?). Lewat korporasinya di Indonesia, Astra Honda Motor (AHM), Honda memang menyiapkan varian motor sport kelas sexy, alias kelas 150 cc yang menurut kabar yang tersiar akan dilepas di bulan Oktober ini. Hmm…sekarang sudah memasuki Oktober, kira-kira tanggal berapa ya? apakah akan diluncurkan ketika Jakarta Motorcycle Show akhir Oktober ini? Memang kita harus menunggu sih…

 

Well, AHM melalui Deputi GM Sales Division AHM, Thomas Wijaya, seperti yang dilansir di sini, mengatakan bahwa “Model baru sport Honda ini sudah ada sebagai master plan, dan memang direncanakan sudah lama. Jadi bukan untuk melawan segmen sport merek lain,” . Hmmm…agak aneh sih kalau mendengar kalimat di atas, dimana anehnya?

Menurut saya sih terlalu naif kalau misal sebuah produk dilepas ke pasar tanpa ada agenda menyaingi produk pesaing. Apalagi jika pesaing memiliki sebuah produk yang bisa dikatakan fenomenal dari sisi penjualan, ditambah lagi dengan lama berlenggangnya si pesaing di segmen tersebut. Sedikit banyak pasti ada tujuan dari AHM untuk melawan kedigdayaan The Giant Killer a.k.a. V-Ixion. 

Sejak diluncurkan di tahun 2007, Vixi ternyata mampu “menghipnotis” masyarakat Indonesia akan kebutuhan sebuah motor sport dengan harga tidak jauh dari moped dan dibarengi value yang tinggi. Alhasil, tahta kelas motorsport (entry level) berhasil Vixi kuasai bahkan hingga saat ini, pun ketika AHM meluncurkan produk yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing seriusnya, New Mega Pro di akhir 2010 kemarin, yang ternyata bisa dibilang gagal.

Jadi, ketika AHM saat ini menyiapkan sebuah varian baru dengan kubikasi sama persis dengan vixi, teralis 150 cc, maka bisa dipastikan itu bukan sebuah kebetulan dari rencana jangka panjang yang akhirnya dilepas sekarang. Jika mengacu pada analisa kang haji Taufik yang mengatakan untuk menghasilkan sebuah all new produk dari riset hingga mass produksi butuh waktu paling cepat 1,5 tahun, maka  jeda 2007 – 2012 (masa edar vixi) merupakan waktu yang sangat cukup untuk menyiapkan sebuah produk pesaing. Apalagi, vixi mengalami masa jaya tidak 1-2 tahun belakangan, bahkan sudah setahun sejak peluncurannya.

Jadi, masihkah percaya kalau teralis diciptakan bukan untuk melawan vixi? Saya sih ga percaya masbro hehehe….

Silahkan dikoreksi dan dikomentari, semoga bermanfaat!

 

 

Advertisements

21 Comments

  1. Kalo gtu nih motor hebat dunk. Karena bukan hanya Vixion ja yang di hadang melainkan da motor lain lagi yang akan menjadi korbannya….

Comments are closed.