Viar Mampu Jual Motor Hingga 4000 Unit Per-Bulan, Ini Strateginya!

image

Rideralam.com – Menghadapi produsen motor asal Jepang di Indonesia itu butuh strategi dan kreativitas yang ekstra. Jika masih nekad head to head jelas hasilnya bakal ketahuan, kolaps! Harus mencari jalan lain yang tujuannya sama tapi rutenya beda, intinya harus menghindar sejauh mungkin dari kemungkinan bertemu langsung. Bukan takut, tapi realistis. Itulah yang dilakukan oleh VIAR.

Produsen motor yang “Lebih Indonesia” ini ternyata sudah memahami bahwa produsen asal Jepang sangat kuat terpatri di mindset konsumen tanah air. Sehingga jika ada produk sejenis dengan brand non Jepang, maka kualitas saja tidak cukup, perlu “shock therapy” bagi konsumen agar mau berpaling ke produk tersebut. Permainan harga adalah jawabannya.

Pihak Viar melalui Deputy Director Marketing Triangle Motorindo Akhmad Zafitra Dalie mengatakan selisih harga 2 juta Rupiah lebih murah dari motor Jepang tidak akan membuat konsumen meliriknya, minimal angka 4 juta Rupiah yang harus dibuat jarak antar keduanya, baru konsumen akan mulai berpaling. Tapi, itupun tidak serta merta langsung berhasil. Kelebihan-kelebihan dari sisi fitur juga harus ditonjolkan. Buat fitur yang di motor Jepang gak ada.

image

Jika soal harga punya strategi khusus, Viar juga memiliki strategi lain guna menjual produknya ke masyarakat. Seperti yang disebut di atas, biarpun tujuannya sama, yakni mencari keuntungan dari jualan motor, tapi jalannya harus berbeda. Motor usaha adalah jawabannya. Viar sangat memahami ini.

Menurut Dalie, 60% dari rata-rata 4000 unit motor yang berhasil dijual Viar per-bulannya adalah jenis motor usaha. Motor dengan gerobak di belakangnya alias motor roda tiga. Di segmen inilah produsen Jepang belum bermain sehingga peluang pasarnya sangat besar. Ditambah saat ini sektor UKM kecil makin banyak dan berkembang. Bagi mereka, kendaraan operasional sekelas mobil pick up masih terasa berat untuk dimiliki, nah motor usaha tiga rodalah solusinya. Selain harga masih terjangkau, kapasitas muat lumayan banyak juga bisa menjangkau ke pelosok-pelosok gang di perkampungan.

Jadi, itulah dua strategi Viar untuk menghadapi persaingan dengan produsen asal Jepang. Intinya adalah bermain di red ocean dengan strategi harga atau di blue ocean yang produsen Jepang belum meliriknya. Strategi inilah yang membuat Viar mampu menjual produknya hingga 4000-an perbulan. Bandingkan dengan TVS yang hanya di kisaran 1000-1500 unit perbulan. Cerdas!

News: tribunnews

Baca Juga:
[display-posts tag=viar]

Silahkan dikoreksi dan didiskusikan, semoga bermanfaat!

Contact me on:
e-mail: karis.nsz@gmail.com
twitter: @karismapr
whatsapp: +628 77 1 2727 000

Advertisements

29 Comments

  1. Yup… untuk viar model gerobak memang tangguh

    Tp untuk varian bebek..
    Duhh punya temen udah kemrasak pdhal baru setahun πŸ˜€
    Mika lampu kuning
    Mesin gak enak

Comments are closed.